Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Februari 2026, 20.44 WIB

Licin Seperti Belut! Toni Firmansyah Catat 100 Persen Dribble Sukses, Poros Baru Persebaya Tanpa Milos Raickovic

Toni Firmansyah siap jadi metronom lini tengah Persebaya Surabaya. (Persebaya) - Image

Toni Firmansyah siap jadi metronom lini tengah Persebaya Surabaya. (Persebaya)

JawaPos.com — Licin seperti belut, Toni Firmansyah tampil mencuri perhatian di lini tengah Persebaya Surabaya sepanjang paruh pertama musim ini. Gelandang muda Green Force itu mencatatkan rekor impresif dengan 100 persen dribble sukses, sekaligus siap menggantikan peran Milos Raickovic yang absen kontra Bali United.

Perkembangan Toni terlihat sangat signifikan dibanding musim sebelumnya, terutama dari cara ia menguasai tempo permainan.

Di usia 21 tahun, Toni tak lagi sekadar pelapis, melainkan opsi serius di jantung permainan Persebaya Surabaya.

Kepercayaan diri Toni tumbuh seiring menit bermain yang terus meningkat bersama tim utama. Dari 15 penampilan musim ini, 14 di antaranya ia jalani sebagai starter dengan total 1.017 menit bermain.

Kematangan permainan Toni tidak hadir secara instan, melainkan ditempa lewat duetnya bersama dua gelandang berpengalaman, Francisco Rivera dan Milos Raickovic.

Bermain bersama keduanya menjadi sekolah berharga yang mempercepat proses adaptasi Toni di level tertinggi.

Rivera dikenal sebagai otak serangan Persebaya Surabaya dengan status pemain terbaik Super League 2023/2024.

Sementara Milos membawa pengalaman internasional bersama tim nasional Montenegro dengan 18 caps pada periode 2020 hingga 2023.

Kehadiran dua figur senior itu membuat Toni semakin tenang dalam mengambil keputusan. Lini tengah Persebaya Surabaya pun tampil lebih stabil dengan distribusi bola yang rapi dan transisi yang terjaga.

“Saya sangat beruntung bisa belajar dari mereka. Banyak hal yang saya pelajari, terutama soal membaca tempo permainan dan menjaga posisi,” ujar Toni.

Menurutnya, Rivera dan Milos kerap memberi arahan detail di tengah pertandingan.

“Mereka sering mengingatkan kapan harus naik membantu serangan dan kapan harus lebih disiplin bertahan. Itu sangat membantu perkembangan saya,” sambungnya.

Komunikasi menjadi aspek paling krusial dalam peran Toni sebagai gelandang tengah. Rivera lebih dominan mengarahkan fase menyerang, sementara Milos banyak membimbingnya soal bertahan dan menjaga keseimbangan tim.

Kesempatan besar kini datang saat Milos dipastikan absen akibat akumulasi kartu. Pada laga tandang melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu 7 Februari, Toni menjadi kandidat utama pengisi lini tengah.

“Tentunya apabila saya dipercaya kembali ingin tampil maksimal, apalagi laga berikutnya akan melakoni kandang Bali United,” jelasnya. Laga tersebut diprediksi berjalan ketat dan membutuhkan kontrol lini tengah yang solid.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore