
Kepala PSS YDC Anang Hadi. (pssleman.id)
JawaPos.com–Aktivitas pembinaan di PSS Sleman Youth Development Center (YDC) terus berjalan secara konsisten meskipun kompetisi kelompok usia belum bergulir. Situasi tersebut tidak menjadi penghalang bagi manajemen pembinaan Laskar Sembada muda untuk menjaga ritme latihan dan perkembangan para pemain agar tetap berada pada jalur yang tepat.
Kepala PSS Sleman YDC Anang Hadisaputra menegaskan, proses pembinaan dan pengembangan talenta muda tidak boleh terhenti hanya karena ketiadaan kompetisi. Fase ini justru menjadi momentum penting untuk membangun fondasi pemain secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
”Kompetisi memang belum berjalan, tetapi program latihan tetap kami jalankan secara terstruktur. Mulai dari aspek fisik, teknik, taktik, sampai mental. Tujuannya agar ritme latihan tetap terjaga dan pemain tidak kehilangan feel bermain,” ujar Anang di Lapangan Macanan, Prambanan, Senin (9/2) sore WIB dikutip dari pssleman.id.
Anang menjelaskan, selama masa tanpa pertandingan resmi, fokus utama PSS Sleman YDC diarahkan pada pengembangan individu pemain. Evaluasi rutin dilakukan untuk memantau progres, baik dari kemampuan teknis, pemahaman permainan, hingga kedisiplinan dalam menjalani program latihan.
”Waktu ini kami manfaatkan untuk meningkatkan kualitas individu pemain secara lebih detail. Mulai dari kualitas umpan, sentuhan pertama, penempatan posisi, hingga pengambilan keputusan di lapangan. Hal-hal seperti ini sering kali sulit dimaksimalkan saat jadwal pertandingan padat,” jelas Anang Hadisaputra.
Selain aspek teknis, pembinaan karakter juga menjadi perhatian utama. Anang menilai, masa jeda kompetisi merupakan momen yang tepat untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta mental bertanding kepada para pemain muda PSS Sleman.
”Nilai-nilai tersebut sangat penting sebagai bekal jangka panjang. Kami ingin para pemain tidak hanya berkembang secara skill, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai pesepak bola profesional,” lanjut Anang Hadisaputra.
Untuk menjaga atmosfer kompetitif, PSS Sleman YDC secara rutin menggelar internal game serta uji coba terbatas. Langkah ini dilakukan agar pemain tetap terbiasa dengan intensitas pertandingan dan memiliki respons bermain yang baik meskipun belum mengikuti kompetisi resmi.
”Internal game dan uji coba sangat penting agar pemain tetap merasakan suasana pertandingan. Harapannya, saat kompetisi kembali berjalan, mereka sudah siap secara fisik dan mental, tanpa perlu waktu adaptasi yang lama,” tambah Anang.
Dengan pendekatan pembinaan yang konsisten dan terarah, PSS Sleman YDC berharap para pemain muda Laskar Sembada tetap mengalami perkembangan optimal serta siap bersaing ketika kompetisi usia muda kembali digulirkan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
