Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Februari 2026, 23.18 WIB

Rehat dari Lapangan Hijau, Evan Dimas Pilih Jalan Sunyi: Mengajar, Belajar, dan Menemukan Makna Sepak Bola

Evan Dimas saat jadi pelatih di sanggar Saraswati Nuswantara. (Instagram/@evhandimas)

JawaPos.com — Kabar terbaru mantan kapten Timnas Indonesia Evan Dimas yang rehat dari sepak bola nasional kembali menyita perhatian publik. Sosok yang pernah dielu-elukan sebagai simbol generasi emas itu kini menjalani fase berbeda dalam hidupnya, jauh dari hiruk-pikuk liga profesional.

Evan Dimas sampai saat ini masih dirindukan banyak pecinta sepak bola Tanah Air untuk kembali tampil di kompetisi resmi. Tak sedikit netizen yang menyayangkan keputusannya mengambil jeda dari sepak bola profesional.

Menanggapi berbagai komentar tersebut, Evan menilai respons publik sebagai sesuatu yang wajar dan tidak ia anggap sebagai tekanan. Ia justru memandang kritik dan harapan itu sebagai energi positif untuk terus melangkah.

“Kalau saya wajar saja ya, banyak orang berpendapat, itu bebas. Ya saya senang aja, lihat komentar, ada komentar seperti ini, seperti itu, bagi saya motivasi, Mas, ya,” ungkap Evan.

Nama Evan Dimas lekat dengan sejarah manis Timnas Indonesia U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19 2013. Bersama rekan-rekannya, ia menjadi ikon Garuda Muda yang kala itu disebut sebagai generasi emas sepak bola Indonesia.

Ekspektasi besar pun mengikuti perjalanan kariernya hingga level senior, termasuk saat ia dipercaya mengenakan ban kapten Timnas Indonesia.

Namun, perjalanan waktu membawa Evan pada sudut pandang yang lebih luas tentang makna generasi emas.

Menurut Evan, generasi emas tidak harus selalu dimaknai lewat prestasi di lapangan hijau. Baginya, kontribusi nyata kepada sesama justru menjadi ukuran utama nilai seseorang.

“Menurut saya generasi emas bukan tentang bermain bola saja, generasi emas adalah ketika kita bisa bermanfaat buat orang lain,” imbuhnya.

Dalam masa rehat dari sepak bola nasional, Evan memilih pulang ke akar dan fokus pada pengembangan diri. Ia kini lebih banyak menghabiskan waktu di Tulungagung, Jawa Timur, untuk menekuni dunia kepelatihan usia dini.

Berbekal lisensi kepelatihan C, Evan aktif melatih pemain muda di Sanggar Saraswati Nuswantara. Ia juga sedang mempersiapkan diri untuk mengambil lisensi B sebagai bagian dari proses belajarnya.

“Intinya saya sekarang ingin belajar dulu (jadi pelatih), karena itu sangat penting. Jadi jangan sampai saya ini melatih ataupun mendidik generasi-generasi, usia 9 tahun sampai 13, dengan asal-asalan,” tegas mantan pemain Persik Kediri itu.

Aktivitas terbarunya pun dibagikan melalui kanal Youtube Jawa Pos News. Evan mengaku kesehariannya kini banyak dihabiskan di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang.

“Ya, aktivitas saya lebih banyak menghabiskan waktu di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang. Tepatnya di Sanggar Saraswati Nuswantara ini. Di sini sekarang ngelatih SSB,” ujarnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore