Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Februari 2026, 23.37 WIB

Dituding Jadi Dalang di Balik Eksodus Pemain Diaspora ke Super League demi Piala AFF 2026, Begini Jawaban Exco PSSI

Gelandang Persib Bandung Thom Haye. (Dok. Persib Bandung)

JawaPos.com - Isu keterlibatan PSSI di balik hadirnya eksodus pemain diaspora ke Super League 2025/2026 mengalir deras dalam beberapa waktu belakangan. Arya Sinulingga selaku salah satu komite eksekutif (Exco) PSSI angkat bicara menjawab tudingan tersebut.

Saat ini ada sebelas pemain keturunan atau diaspora Timnas Indonesia yang berkarier di liga lokal. Mereka bermain untuk empat klub berbeda, dengan Persija Jakarta dan Persib Bandung yang terbanyak.

Persija punya Cyrus Margono, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra. Sementara Persib ada Thom Haye, Eliano Reijnders, Marc Klok, dan Dion Markx. Sementara pemain keturunan lain yang kini merumput di Indonesia antara lain Ivar Jenner, Rafael Struick (Dewa United Banten FC), dan Jens Raven (Bali United FC).

Isu santer beredar bahwa banyaknya pemain diaspora itu merupakan langkah PSSI agar mereka dapat membela Timnas Indonesia saat Piala AFF 2026. Sebab, ajang se-ASEAN itu akan digulirkan pada 24 Juli hingga 26 Agustus, di luar kalender resmi FIFA.

Kondisi itu menyulitkan Timnas Indonesia untuk bisa diperkuat oleh pemain abroad. Pasalnya, kompetisi yang libur kemungkinan hanya yang ada di ASEAN, sementara di luar itu diyakini tak akan dilepas oleh klubnya.

PSSI melalui Exco Arya Sinulingga pun angkat bicara. Dia membantah isu ikut merayu para pemain diaspora untuk bermain di Super League 2025-2026 dan dengan tegas menyebut kabar itu merupakan teori konspirasi.

"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Itu urusan duit. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan dibayar situ. Bayar-bayar enggak ada situ urusan PSSI," kata Arya di Jakarta, dipetik Rabu (11/2).

"Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Emang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi," tambahnya.

Menurut Arya, PSSI tidak ada keterlibatan sama sekali seperti yang ditudingkan dalam isu yang beredar. Ia menyebut bahwa federasi bukanlah pihak yang menggaji para pemain, melainkan klub itu sendiri.

"Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub, enggak ada lah. Mana ada. Mana, enggak pernah terjadi seperti itu," tegas Arya.

"Jadi itu mekanisme pasar aja dan mereka ya, kita (PSSI) kan enggak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan enggak ada gaji PSSI terhadap pemain," imbuhnya.

Arya kemudian mengkritik para pengamat sepak bola yang belakangan dianggapnya kurang bijak dalam menanggapi isu ini. Selain itu, dia mengingatkan publik agar tidak terjebak dengan isu liar yang belum pasti kebenarannya.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore