Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Februari 2026, 23.52 WIB

Tribun Utara dan Selatan Stadion Maguwoharjo Ditutup Saat PSS Sleman Jamu Deltras

Skuad PSS Sleman di sesi latihan. (Istimewa) - Image

Skuad PSS Sleman di sesi latihan. (Istimewa)

JawaPos.com – Duel PSS Sleman kontra Deltras FC pada Sabtu (14/2) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, seharusnya berlangsung tanpa penonton. Itu karena tim Super Elang Jawa sempat mendapat sanksi dari Komdis PSSI.

Mereka dihukum empat laga home tanpa penonton serta denda Rp 15 juta. Sanksi itu dijatuhkan akibat adanya oknum suporter yang menyalakan alat pemadam api ringan (APAR) dalam laga kontra Barito Putera (31/1).

Namun, pihak federasi mengubah keputusan tersebut dengan mengabulkan banding yang diajukan manajemen PSS. Setelah menerima surat keberatan, pihak Komite Banding PSSI merevisi hukuman.

PSS hanya diminta menutup tribun utara dan selatan dalam empat laga home ke depan. Laga kandang Super Elang Jawa tetap bisa dihadiri suporter. Namun, penonton dilarang mengenakan atribut Super Elang Jawa. Selain itu, terdapat denda tambahan sebesar Rp 60 juta.

Pihak PSS tidak keberatan dengan hasil banding tersebut. "PSS Sleman menghormati, mematuhi, dan akan melaksanakan seluruh ketentuan dalam putusan banding tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku," tegas Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti.

Vita juga berharap suporter dapat mematuhi keputusan yang telah ditetapkan. "PSS Sleman mengajak seluruh penonton dan elemen suporter untuk saling menjaga kondusivitas pertandingan, tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, serta terus menjunjung tinggi sportivitas," tambahnya.

Bagi The Lobster, keputusan itu tidak memengaruhi apa pun. Sebab, mereka mengetahui PSS cukup berbahaya saat bermain di kandang. Beruntung, Deltras FC memiliki modal bagus setelah mencatatkan empat kemenangan beruntun.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore