
Duel Bruno Moreira hadapi Ryo Matsumura diprediksi panas di laga Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC. (Persebaya, BFC)
JawaPos.com–Duel Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC menghadirkan adu gengsi dua pemain termahal dengan total nilai pasar tembus Rp 12,16 miliar. Laga pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2) malam, dipastikan makin panas karena sorotan tertuju pada Bruno Moreira dan Ryo Matsumura.
Persebaya Surabaya sedang menikmati tren positif dan terus menjaga momentum di papan atas klasemen super league. Namun, ujian berat sudah menanti saat mereka menjamu Bhayangkara FC yang datang dengan wajah baru.
Duel Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC ini bukan sekadar perebutan tiga poin super league, tetapi juga panggung pembuktian bagi dua bintang mahal dari masing-masing kubu. Bruno Moreira milik Persebaya Surabaya dan Ryo Matsumura dari Bhayangkara FC menjadi simbol ambisi besar kedua tim musim ini.
Bruno Moreira tercatat memiliki nilai pasar Rp 6,95 miliar dan menjadi pemain termahal di skuad Green Force. Winger kiri asal Brasil kelahiran Cajamar, 8 April 1999 itu dikenal dengan kecepatan, kelincahan, dan keberanian menusuk pertahanan lawan.
Pemain berusia 26 tahun dengan tinggi 1,78 meter tersebut bergabung sejak 1 Juli 2023 dan terikat kontrak hingga 30 April 2026. Kaki kanannya kerap menjadi senjata utama untuk melepaskan tembakan maupun umpan matang dari sisi kiri serangan.
Di kubu seberang, Ryo Matsumura hadir sebagai rekrutan anyar Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan nilai pasar Rp 5,21 miliar. Gelandang serang asal Uji, Kyoto, Jepang, kelahiran 15 Juni 1994 itu resmi bergabung pada 6 Februari 2026 dengan kontrak hingga 31 Mei 2026.
Meski memiliki tinggi 1,66 meter, Matsumura dikenal lincah dan kreatif dalam membongkar pertahanan lawan. Kaki kanannya piawai mengirim umpan terobosan serta melepaskan tembakan jarak jauh yang akurat.
Jika ditotal, nilai pasar Bruno Moreira dan Ryo Matsumura mencapai Rp 12,16 miliar. Angka fantastis itu seakan menjadi jaminan kualitas dan daya tarik tersendiri dalam laga Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menegaskan timnya tak akan mengubah karakter permainan hanya karena menghadapi lawan kuat. Dia ingin anak asuhnya tetap tampil sesuai identitas yang sudah terbentuk.
”Kami perlu bermain sesuai karakter pemain yang kami miliki, bukan karena lawan A, B, atau C lalu mengubah terlalu banyak,” kata Tavares saat konferensi pers prapertandingan di Stadion GBT Surabaya, Jumat (13/2).
Pelatih asal Portugal itu menambahkan timnya akan mempertahankan hal-hal positif dari laga sebelumnya sambil membenahi kekurangan. Fokus utama pembenahan ada pada transisi bertahan dan konsentrasi pemain.
Dia menilai Bhayangkara kini lebih kuat setelah mendatangkan banyak pemain baru berpengalaman di Liga Indonesia. Tim lawan disebut sering mengandalkan transisi ofensif cepat dan kemampuan menembak dari luar kotak penalti.
”Dengan begitu kami perlu meningkatkan transisi bertahan dan fokus, karena terlalu banyak memberi ruang dekat gawang,” ucap Bernardo Tavares.
Tavares juga menyoroti fleksibilitas pemain Bhayangkara yang mampu bermain di berbagai posisi. Kondisi itu membuat pertandingan diprediksi berjalan dinamis dan sulit ditebak.
Di sisi lain, kondisi Persebaya Surabaya belum sepenuhnya ideal karena ada pemain yang absen akibat sakit dan cedera. Situasi tersebut memaksa pelatih memutar otak untuk menjaga stabilitas permainan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
