
Leo Lelis dimainkan sebagai striker saat Persebaya menghadapi Bhayangkara Presisi. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya tidak bisa memainkan kekuatan terbaiknya saat kalah 3-1 dari tim tamu Bhayangkara Presisi FC. Alhasil, Bernardo Tavares terpaksa memainkan sejumlah pemain muda dan merotasi posisi pemain yang ada.
Misalnya ia mendorong Leo Lelis yang merupakan pemain bertahan, menjadi pemain depan alias striker. Namun, Tavares punya alasan taktikal tersendiri yang membuatnya berani mengambil langkah beresiko tersebut.
"Saya mendorong Leo Lelis menjadi striker dadakan karena dia salah satu pemain non striker yang bisa berduel dengan kiper lawan untuk mencetak gol," ujar Tavares seperti dikutip dari akun YouTube resmi Persebaya.
Ternyata, Bernardo Tavares tidak asal-asalan menempatkan Lelis sebagai penyerang, karena hal itu sudah ia terapkan beberapa kali saat latihan tim.
"Skema itu (Lelis didorong sebagai striker) sudah dicoba saat latihan, dan Lelis mencetak gol. Saya juga mengapresiasinya pada laga ini karena ia telah bekerja keras dan juga rela berkorban untuk mau dipasang sebagai penyerang dadakan," imbuhnya.
Baca Juga: Mihailo Perovic Makin Berkelas Bersama Persebaya Surabaya, Cetak Gol Lagi ke Gawang Persijap?
Sebagai informasi, Leo Lelis masuk pada menit 85 untuk menggantikan Gali Freitas. Bukannya ditempatkan di pertahanan, ia malah dimainkan sebagai penyerang.
Selama sekitar 10 menit, secara statistik versi Sofascore, Lelis tidak banyak berkontribusi. Sebagai penyerang dadakan, ia tidak membukukan tembakan sama sekali, termasuk shoot on goal.
Kontribusinya hanya satu kali unggul duel darat. Selebihnya ia tidak banyak memberi perubahan signifikan. Hasilnya, Persebaya tetap kalah 1-2, dan bek asal Brasil itu diberi rating 6,5.
Selain itu, karena tidak bermain secara full team, Tavares juga terpaksa memainkan pemain yang belum fit 100 persen, misalnya Koko Ari dan Catur Pamungkas.
"Koko tidak bermain buruk, hanya saja ia baru pulih dari cedera berat. Koko belum memiliki stamina yang besar pada laga ini. Catur pun tidak ikut latihan dalam beberapa hari terakhir karena ia juga cedera," ungkapnya lagi.
Baca Juga: Ternyata Ini Strategi Jitu Paul Munster Redam Persebaya Surabaya di GBT
Meski kalah, mantan pelatih PSM Makassar ini turut mengapresiasi permainan timnya, terutama pada babak kedua yang dianggap lebih mengalir.
"Saya lebih suka permainan tim saya pada babak kedua yang terasa lebih hidup dan mengalir. Jadi saya rasa peningkatan performa di babak kedua lebih karena kekompakan tim untuk bermain lebih menyerang dan sikap mereka untuk berjuang lebih keras," ujarnya.
Persebaya akan menjalani laga tandang pada 21 Februari mendatang menghadapi tuan rumah Persijap Jepara. Green Force wajib menang untuk kembali ke tren positif di sisa musim ini.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
