
Andhika Ramadhani siap fokus bawa Persebaya Surabaya melawan Persijap Jepara. (Persebaya)
JawaPos.com — Persiapan Andhika Ramadhani di bulan Ramadhan pilih fokus latihan di Persebaya Surabaya jelang lawan Persijap Jepara menjadi sorotan utama menjelang pekan ke-22 Super League 2025/2026. Kiper andalan Green Force itu memastikan dirinya dan rekan-rekan setim tetap disiplin menjalani program latihan meski sedang berpuasa.
Momentum Ramadhan kali ini datang di tengah situasi yang tidak sepenuhnya ideal bagi Persebaya Surabaya. Pada pekan sebelumnya, mereka harus menelan kekalahan pahit 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Hasil tersebut sekaligus memutus catatan impresif 13 pertandingan tanpa kekalahan yang sebelumnya dirajut dengan konsisten.
Rekor itu menjadi salah satu modal penting Persebaya Surabaya dalam menjaga posisi di papan atas klasemen.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, skuad asuhan Bernardo Tavares langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya.
Tantangan berikutnya tidak ringan karena mereka harus menjalani laga tandang menghadapi Persijap Jepara di pekan ke-22.
Dalam situasi seperti ini, peran pemain senior dan pilar utama seperti Andhika Ramadhani menjadi krusial. Ia menegaskan seluruh pemain siap mengikuti arahan tim pelatih terkait program latihan selama Ramadhan.
"Kami mengikuti arahan pelatih saja. Kalau di bulan biasa mungkin intensitas latihan lebih tinggi dibanding bulan Ramadhan. Di bulan puasa juga tidak memungkinkan latihan dengan intensitas tinggi, kecuali kalau latihan malam seperti tahun-tahun sebelumnya," tutur Andhika.
Pernyataan itu menggambarkan adaptasi yang harus dilakukan tim selama menjalani ibadah puasa. Intensitas latihan tidak bisa disamakan dengan periode di luar Ramadhan demi menjaga kondisi fisik tetap prima.
Andhika juga menekankan timnya sudah terbiasa menghadapi situasi serupa setiap tahun. "Jadi insyaallah kami sudah terbiasa menjalani itu saat Ramadhan," pungkasnya.
Pengalaman menjalani kompetisi di bulan suci menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya. Adaptasi ritme latihan dan pengaturan energi menjadi kunci agar performa tidak menurun saat pertandingan resmi.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, ikut memberi perhatian khusus terhadap program latihan Ramadhan. Pelatih asal Portugal itu menegaskan kekalahan dari Bhayangkara harus dijadikan motivasi tambahan.
Ia ingin timnya segera bangkit dan tidak kehilangan momentum positif yang sudah dibangun sejak awal musim. Persiapan menghadapi Persijap Jepara pun dirancang lebih terukur agar kondisi pemain tetap terjaga.
"Kami akan berusaha menjaga situasi ini supaya tidak ada pemain yang cedera. Karena kalau tidak makan dan tidak minum, intensitas latihan tidak bisa terlalu tinggi. Jadi kami akan mencoba mengontrol hal tersebut," ujar Bernardo.
Penyesuaian program latihan menjadi langkah realistis yang diambil tim pelatih. Fokus utama bukan hanya taktik, tetapi juga manajemen fisik pemain selama menjalani puasa.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
