Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Februari 2026, 05.27 WIB

Kekecewaan Andrew Jung Melihat Persib Bandung Tersingkir Karena Kalah Agregat

Aksi penyerang Persib Bandung Andrew Jung (kiri) saat menghadapi Ratchaburi FC. (Dok. Instagram/@persib) - Image

Aksi penyerang Persib Bandung Andrew Jung (kiri) saat menghadapi Ratchaburi FC. (Dok. Instagram/@persib)

JawaPos.com - Persib Bandung harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh di ajang AFC Champions League Two setelah terhenti di babak 16 besar.

Kemenangan 1-0 pada leg kedua yang digelar di Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026), tak cukup untuk membalikkan keadaan secara agregat.

Satu-satunya gol dalam laga tersebut dicetak Andrew Jung pada menit ke-39. Striker asal Prancis itu memanfaatkan peluang di kotak penalti dan membawa Persib Bandung unggul sebelum turun minum.

Sepanjang babak pertama, tuan rumah tampil cukup dominan dan mampu menekan pertahanan lawan.

Namun, situasi berubah setelah Persib Bandung harus bermain dengan 10 orang.

Uilliam Barros menerima kartu merah di pengujung babak pertama, membuat keseimbangan permainan terganggu.

Pada babak kedua, tim tamu memilih bertahan total dan meminimalkan ruang gerak lini serang Maung Bandung.

Jung tak bisa menutupi rasa kecewanya usai pertandingan. Meski terpilih sebagai pemain terbaik di laga tersebut, ia menilai hasil akhir tetap menyakitkan karena tim gagal melangkah ke perempat final.

Dikutip dari persib.co.id, Jung mengatakan Persib Bandung sebenarnya memiliki peluang besar sejak awal pertandingan, terutama saat mampu mengontrol tempo dan menciptakan beberapa kesempatan emas.

Meski menang di kandang, hasil leg pertama menjadi faktor penentu. Kekalahan sebelumnya membuat Persib Bandung harus bekerja ekstra keras pada laga penentuan.

Upaya menekan sejak menit awal memang membuahkan hasil lewat gol cepat, tetapi kondisi bermain dengan 10 orang membuat ritme permainan berubah drastis.

Secara keseluruhan, performa Persib Bandung di ACL 2 musim ini dinilai cukup kompetitif. Mereka mampu bersaing hingga fase gugur dan menunjukkan kualitas saat bermain di kandang.

Dukungan ribuan Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api juga menjadi energi tambahan bagi tim sepanjang pertandingan.

Kegagalan ini menjadi evaluasi penting bagi Persib Bandung untuk kompetisi Asia berikutnya.

Konsistensi di dua leg pertandingan dan kedisiplinan pemain menjadi catatan yang tak bisa diabaikan. Meski langkah terhenti, kemenangan di laga terakhir tetap memberi pesan bahwa Persib Bandung mampu bersaing di Asia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore