Leo Lelis punya sampingan baru sebagai striker Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares. (Persebaya)
JawaPos.com - Ruang ganti Persebaya Surabaya dipenuhi emosi usai kekalahan menyakitkan di kandang sendiri. Leo Lelis langsung mengobarkan tekad, siap mencuri tiga poin saat melawat ke markas Persijap Jepara.
Rasa sakit itu belum hilang sepenuhnya dari benak para pemain. Kekalahan di rumah sendiri bukan sekadar kehilangan angka, tapi pukulan telak bagi harga diri tim sebesar Persebaya Surabaya.
Hasil pahit tersebut terjadi saat Green Force menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-21 Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan tamu dengan skor 1-2.
Tim tamu mencuri dua gol lebih dulu di babak pertama dan membuat suasana stadion mendadak sunyi. Persebaya Surabaya hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Mihailo Perovic pada menit ke-65.
Kekalahan itu terasa makin perih karena memutus rangkaian 13 pertandingan tak terkalahkan yang sebelumnya dijaga dengan susah payah. Ironisnya, rekor impresif tersebut runtuh di hadapan ribuan Bonek dan Bonita yang memadati tribun.
Atmosfer ruang ganti selepas laga langsung berubah drastis. Rasa kesal, kecewa, dan marah bercampur menjadi satu dalam momen yang penuh emosi.
Salah satu yang paling merasakan kekecewaan itu adalah Leo Lelis. Bek berusia 32 tahun tersebut tak menutupi perasaannya saat ditemui usai sesi latihan pada Rabu (18/2/2026).
Meski begitu, Leo memilih tidak berlarut dalam penyesalan. Ia menegaskan fokus utama tim adalah berbenah dan meningkatkan kualitas permainan secepat mungkin.
"Ya, saya mencoba lebih fokus pada apa yang bisa saya tingkatkan dari diri saya sendiri. Ketika kami berlatih, saya mencoba memotivasi para pemain dan bekerja sama agar kami bisa berkembang lagi sebagai sebuah tim,” ujarnya.
Bagi Leo, kekalahan memang menyakitkan, tetapi tidak boleh mematahkan mental tim. Ia melihat situasi ini sebagai momentum untuk memperkuat karakter dan solidaritas di dalam skuad.
"Kekalahan adalah hal yang tidak menyenangkan. Jadi kami menantikan pertandingan berikutnya agar kami dapat mengubah situasi dan meraih tiga poin untuk membawa suasana positif bagi tim secepat mungkin,” ucapnya.
Semangat itu mulai terasa dalam setiap sesi latihan. Intensitas meningkat dan komunikasi antarpemain makin diperkuat demi memastikan kesalahan yang sama tidak terulang.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
