Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Februari 2026, 06.12 WIB

Ambulance Relawan KJR Dirusak Usai Laga Persijap vs Persebaya, Bentrok Antarsuporter Tuan Rumah Pecah

Persebaya Surabaya punya rapor buruk jelang menjamu PSM Makassar. (Persebaya)

JawaPos.com - Bentrokan yang terjadi di luar Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, antara sesama suporter Laskar Kalinyamat terjadi usai laga pekan ke-22 Super League antara Persijap Jepara melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (21/2/2026), berujung pada perusakan tiga unit ambulans milik Komunitas Relawan Jepara (KRJ).

Pertandingan yang dimenangkan tuan rumah Persijap dengan skor 3-1 itu semula berlangsung lancar. Namun, situasi memanas setelah laga berakhir, Kericuhan dilaporkan terjadi di area luar stadion dan menyebabkan sejumlah fasilitas terdampak, termasuk kendaraan relawan medis yang tengah bersiaga.

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan, tiga unit ambulans mengalami kerusakan cukup parah. Dikutip dari akun Instagram @suarajepara, unit pertama mengalami kerusakan berat pada kaca depan yang hancur total akibat hantaman benda tumpul.

Sementara unit kedua, kaca bagian belakang pecah berantakan. Adapun unit ketiga dilaporkan mengalami penyok serius setelah terkena lemparan benda keras secara bertubi-tubi.

Bentrokan antarsuporter Persijap Jepara. (Dok. Persijap)

Ironisnya, ambulans tersebut merupakan kendaraan operasional milik relawan yang selama ini siaga 24 jam untuk membantu masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Mobil yang seharusnya digunakan untuk misi kemanusiaan justru menjadi korban dalam insiden tersebut.

Hingga kini belum diketahui secara pasti kelompok mana yang melakukan aksi perusakan.

Namun, akun Instagram @crocojol.id mengabarkan bahwa bentrok diduga terjadi sesama pendukung Persijap Jepara setelah pertandingan.

Dalam unggahannya disebutkan, “Slide 1 minjol di lokasi (bahwasanya chaos ini bukan dengan Bonek), untuk slide selanjutnya hingga akhir dari teman-teman Jepara yang di lokasi. Untuk lebih tepatnya supaya info tidak melenceng bahwasanya chaos tersebut antara CNS dengan YVB, GWS Jepara).”

Informasi tersebut masih sebatas laporan media sosial dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap maupun pihak yang bertanggung jawab atas perusakan ambulans.

Insiden ini menjadi catatan serius di tengah upaya berbagai pihak menjaga kondusivitas kompetisi Super League.

Selain merugikan secara materiil, perusakan fasilitas medis dinilai mencederai semangat sportivitas dan solidaritas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam dunia sepak bola.

Masyarakat pun berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, serta aparat dapat segera mengusut tuntas kasus perusakan ambulans relawan di Jepara tersebut.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore