Pelatih Persik Kediri Marcos Reina. (Dok. Marcos Reina)
JawaPos.com–Kekalahan dramatis harus diterima Persik Kediri saat menjamu Bhayangkara FC di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jumat (20/2) malam WIB. Laga yang berlangsung sengit itu berakhir dengan skor 3-4 untuk kemenangan tim tamu.
Pelatih Persik Marcos Reina tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Meski pertandingan berjalan terbuka dan diwarnai aksi saling balas gol, dia menilai timnya terlalu mudah kebobolan dalam momen-momen krusial.
Sejak menit awal, Bhayangkara FC langsung menekan. Gol cepat Slavko Damjanovic pada menit keenam membuat tuan rumah tertinggal.
Persik sempat menyamakan kedudukan lewat Kiko Carneiro menit ke-33. Namun Nehar Sadiki kembali membawa Bhayangkara unggul 2-1 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, duel semakin panas. Jose Enrique menyamakan skor pada menit ke-51. Namun lagi-lagi Bhayangkara unggul lewat Privat Mbarga menit ke-59. Ernesto Gomez membalas lima menit kemudian, membuat skor kembali imbang 3-3.
Saat laga terlihat akan berakhir seri, pemain anyar Bhayangkara asal Pantai Gading Bernard Henry Doumbia menjadi penentu kemenangan lewat gol menit ke-87. Situasi makin sulit bagi Persik setelah Kiko Carneiro menerima kartu merah pada masa injury time.
Marcos Reina menegaskan bahwa secara permainan, timnya tidak kalah. Dia menyebut penguasaan bola Persik lebih baik dibanding lawan.
Menurut dia, para pemain sudah menunjukkan semangat pantang menyerah meski tiga kali tertinggal lebih dulu.
”Saya bangga dengan cara tim bermain. Kami terus mengejar ketertinggalan dan berusaha menang. Spirit itu terlihat sepanjang pertandingan,” ujar Marcos Reina dikutip dari ileague.id.
Namun dia mengkritik rapuhnya lini pertahanan. Reina menilai gol-gol yang bersarang ke gawang Persik terjadi karena kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
Dia menyebut timnya seperti memberikan tiga poin kepada lawan. Para pemain kurang disiplin menjaga area pertahanan.
Meski Imanol Garcia absen, Reina tak ingin menjadikannya alasan. Dia tetap memberi apresiasi kepada Ady Eko yang tampil menggantikan. Fokus utama, katanya, adalah memperbaiki koordinasi lini belakang agar tak lagi mudah ditembus pada pertandingan berikutnya.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Persik Kediri yang ingin tetap kompetitif di papan klasemen. Evaluasi di sektor pertahanan kini menjadi pekerjaan rumah utama sebelum laga selanjutnya.
