
TBK Series 3 akan diselenggarakan pada 8 November di kawasan Perumahan SoutCity, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com–Tur Batas Kota (TBK) event bersepeda dengan konsep rekreatif, edukatif, dan ramah lingkungan, kembali digelar untuk ketiga kalinya, melalui ajang TBK Sport Festival 2025. TBK Series 3 (3rd Series TBK) ini akan diselenggarakan pada 8 November di kawasan Perumahan SoutCity, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
TBK Sport Festival 2025 hadir dengan wajah dan semangat baru melalui tema Rise Beyond Limits. TBK Series 3 mengajak masyarakat untuk melampaui batas diri, berani menjelajah lebih jauh, dan memperkuat solidaritas antar komunitas pesepeda di seluruh Indonesia.
Ketua Panitia TBK Festival 2025 Budi Haryadi mengatakan, Tur Batas Kota bukan sekadar kegiatan olahraga. Tapi sebuah pengalaman urban touring yang memadukan semangat bersepeda dengan rekreasi, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui rute yang dirancang khusus melintasi berbagai sudut kota, peserta diajak menikmati keindahan alam, menjelajahi landmark ikonik, serta mengenal warisan budaya yang menjadi identitas wilayah perkotaan.
Memasuki tahun ketiga, TBK Festival menghadirkan format yang lebih menantang dan inklusif. Pada TBK Series 3 ini, cycling challenge akan terbagi dalam tiga kategori. Yakni 50 km Road Endurance, untuk pesepeda pemula dan rekreasional dengan peruntukan segala jenis sepeda.
Selanjutnya 100 km Road Endurance, bagi peserta berpengalaman yang ingin menantang ketahanan diri dengan segala jenis sepeda. Selain itu, 75 km All Terrain, yang menyuguhkan kombinasi rute segala medan (aspal, tanah, kerikil, dan batu) bagi pecinta tantangan yang diperuntukkan pesepeda MTB dan Gravel Bike.
”Kategori 50 kilometer menjadi pembeda dari tahun sebelumnya karena disiapkan khusus bagi peserta pemula yang baru pertama kali menjajal tantangan. Dengan begitu, siapa pun bisa ikut ambil bagian. Peserta dapat memilih sesuai dengan minatnya masing-masing,” papar Budi Haryadi.
”Bagi yang suka lintasan gravel, lanjut dia, bisa memilih kategori all terrain, sementara yang lebih suka lintasan jalan raya, kategori on road bisa jadi pilihan,” kata Budi Haryadi.
Sejak pertama kali digelar pada 2023 di Tangerang Selatan, TBK terus menunjukkan pertumbuhan peminat. Ajang TBK seri perdana pada 2023 lalu diikuti lebih dari 500 peserta.
Pada TBK Series 2 di 2024, jumlah pesertanya meningkat signifikan menjadi lebih dari 750 orang. Pada ajang TBK Series 3 kali ini, jumlah peserta yang telah mendaftar hingga saat ini sebanyak 590 peserta. Pendaftaran peserta masih akan dibuka hingga 20 Oktober 2025.
”Antusiasme tersebut menjadi bukti kuat bahwa bersepeda kini bukan hanya tren, melainkan bagian dari gaya hidup sehat, berkelanjutan, dan penuh solidaritas. TBK kami rancang sebagai kegiatan yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkaya pengalaman sosial dan wawasan budaya. Kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat kota dengan cara yang berbeda, dari atas sadel sepeda,” imbuh Budi.
Memasuki tahun ketiganya, TBK Festival 2025 tidak hanya berfokus pada aspek olahraga, tetapi juga mengusung misi pemberdayaan ekonomi lokal dalam bentuk kegiatan bazar. Melalui kolaborasi dengan pelaku usaha kecil, komunitas kreatif, dan pemerintah kota, kegiatan ini turut mendukung pengembangan sport tourism serta mendorong Tangerang Selatan menuju kota yang ramah pesepeda.
Sebagai bagian dari ekosistem industri sepeda nasional, Forum Pengusaha Sepeda Indonesia (FOPSINDO sebelumnya APSINDO) juga menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan TBK Festival 2025. Bagi FOPSINDO, pertumbuhan budaya bersepeda merupakan peluang besar bagi industri nasional.
”Kegiatan seperti Tur Batas Kota bukan hanya memacu semangat masyarakat untuk hidup aktif dan sehat, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan usaha di industri sepeda.Dengan makin banyaknya event sepeda, kami berharap semoga bisa menggerakkan industri dan pasar sehingga pada akhirnya membangun industri sepeda semakin baik lagi,” kata Eko Wibowo, Ketua Forum Pengusaha Sepeda Indonesia (FOPSINDO).
Dukungan juga datang dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) yang menilai Tur Batas Kota sebagai bentuk inovasi kegiatan bersepeda berbasis komunitas yang positif dan berkelanjutan.
”Kegiatan komunitas ini sangat mendukung prestasi di balap sepeda. Tidak sedikit pebalap sepeda yang berasal dari akar rumput dan tumbuh dari komunitas-komunitas sepeda,” ujar Parama Nugroho, Sekretaris Jenderal Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI).
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
