Esports Olympics Riyadh Resmi Dibatalkan. (@iocmedia/X)
JawaPos.com - Kesepakatan 12 tahun antara International Olympic Committee (IOC) dan Arab Saudi untuk menyelenggarakan Olympic Esports Games di Riyadh resmi dibatalkan.
Langkah ini menjadi pukulan bagi ambisi Arab Saudi dalam mengembangkan olahraga digital sebagai bagian dari program Vision 2030.
IOC dan pihak Saudi Arabia menyatakan bahwa mereka secara mutual sepakat mengakhiri kerja sama terkait penyelenggaraan Olympic Esports Games.
Acara ini awalnya direncanakan sebagai proyek utama dalam upaya Arab Saudi menarik perhatian dunia olahraga dan memperkuat posisi Riyadh sebagai pusat esports global.
Kesepakatan ini diumumkan tujuh bulan setelah Kirsty Coventry menjabat sebagai Presiden IOC. Perjanjian awal dikonfirmasi menjelang Olimpiade Paris 2024, tetapi acara perdana yang seharusnya digelar tahun ini telah ditunda ke 2027.
Pihak IOC menyebut bahwa pembatalan ini memungkinkan kedua pihak mengejar ambisi esports mereka secara terpisah, sambil tetap menjaga nilai-nilai Olimpiade.
Dilansir dari AP News pada Kamis (30/10), Arab Saudi selama ini memang aktif mengembangkan esports, termasuk menjadi tuan rumah Esports World Cup yang menampilkan permainan seperti Call of Duty dan Street Fighter.
Acara ini mendapat dukungan pribadi dari putra mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan memberikan hadiah jutaan dolar setiap tahun.
Selain itu, keputusan pembatalan terjadi beberapa pekan setelah Saudi Public Investment Fund melakukan akuisisi 55 miliar USD (sekitar Rp 913 triliun) atas pembuat game Electronic Arts yang sebagian dikelola oleh Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
IOC menyatakan akan mengembangkan model kemitraan baru agar Olympic Esports Games dapat lebih sesuai dengan ambisi jangka panjang gerakan Olimpiade.
Sebagai opsi, IOC mempertimbangkan kembali Singapura yang sebelumnya menjadi tuan rumah pameran video gaming bagi stakeholder Olimpiade pada 2023. Veteran IOC asal Singapura, Ser Miang Ng, sempat menjadi penghubung utama dengan pejabat Saudi selama perjanjian awal berlangsung.
Meskipun proyek Olympic Esports Games di Riyadh batal, langkah ini tetap memberi peluang bagi IOC untuk merancang konsep esports yang lebih sesuai nilai Olimpiade. Sementara itu, Arab Saudi juga akan fokus mengembangkan industri esports secara independen.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
