Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 18.24 WIB

Evaluasi Pelatih Usai Putri KW Gagal Juara Hylo Open 2025: Suka Hilang Fokus hingga Smash Harus Lebih Bervariasi

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani. (ANTARA)

 

JawaPos.com - Pelatih Keoala Tunggal Putri Utama Pelatnas PBSI, Imam Tohari, memberikan evaluasi terhadap penampilan Putri Kusuma Wardani yang gagal juara Hylo Open 2025. Dia menyiroti sejumlah aspek, termasuk fokus yang kerap hilang hingga pukulan smash yang kurang bervariasi.

Putri KW jadi satu dari tiga wakil Indonesia yang berlaga di final Hylo Open 2025. Dia bersama dengan duet Sabar Karyaman  Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Jonatan Christie sebelumnya diharapkan dapat juara.

Sayangnya, Putri KW harus puas menjadi runner-up. Pebulu tangkis kelahiran Tangerang itu kalah lewat pertarungan rubber game melawan unggulan dua asal Denmark, Mia Blichfeldt, dengan skor 11-21, 21-7, 12-21 di Saarlandhalle, An der Saarlandhalle 1, Saarbrucken, Jerman, pada Minggu (2/11) malam.

Meski gagal juara, performa Putri KW  tetap dapat kredit dari sang pelatih, Imam Tohari. Torehan runner-up dinilai oleh pelatihnya  sebagai capaian penting dalam proses pembinaan jangka panjang sektor tunggal putri Indonesia.

“Secara keseluruhan saya menilai adanya peningkatan performa dari sisi teknik, fisik dan strategi bermain Putri KW di tahun 2025 ini walaupun  penampilannya masih belum konsisten,” ucap Imam Tohari dalam keterangan resmi PP PBSI.

Menurut Imam Tohari, pengalaman tampil di final turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut merupakan kesempatan berharga bagi Putri KW untuk berkembang dan belajar dari situasi nyata menghadapi tekanan tingkat tinggi.

Sebab, salah satu masalah yang dihadapi Putri KW menurut Imam Tohari adalah tak mampu menjaga fokusnya dengan baik. Hal itu pun jadi salah satu aspek kegagalan Putri juara Hylo Open 2025.

“Untuk di Hylo Open ini Putri performanya masih kurang maksimal karena fokusnya di lapangan terkadang hilang dan ini yang membuat Putri banyak melakukan kesalahan sendiri," terang dia.

"Sebenarnya peluang Putri untuk keluar memjadi juara terbuka cukup lebar, apalagi menilik rekor Head to Head nya seimbang dan pertemuan terakhir dimenangkan oleh Putri. Tetapi ini adalah pertandingan final yang tentunya memang berbeda dari partai lainnya, pasti lebih tegang untuk semua pemain,” imbuhnya.

Selain aspek non teknis, Imam Tohari juga memberikan evaluasi dari sisi teknis Putri KW. Ia cukup menyoroti teknik smash anak didiknya, yang menurutnya harus lebih bervariasi. 

“Dari segi teknik, bola-bola atas (smash) lebih dipoles lagi variasi pukulannya kemudian dari segi fisik untuk speed dan power nya harus lebih baik lagi dan yang paling penting kita akan tingkatkan fokus Putri di lapangan," jelas Imam.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore