Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani. (ANTARA)
JawaPos.com - Pelatih Keoala Tunggal Putri Utama Pelatnas PBSI, Imam Tohari, memberikan evaluasi terhadap penampilan Putri Kusuma Wardani yang gagal juara Hylo Open 2025. Dia menyiroti sejumlah aspek, termasuk fokus yang kerap hilang hingga pukulan smash yang kurang bervariasi.
Putri KW jadi satu dari tiga wakil Indonesia yang berlaga di final Hylo Open 2025. Dia bersama dengan duet Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Jonatan Christie sebelumnya diharapkan dapat juara.
Sayangnya, Putri KW harus puas menjadi runner-up. Pebulu tangkis kelahiran Tangerang itu kalah lewat pertarungan rubber game melawan unggulan dua asal Denmark, Mia Blichfeldt, dengan skor 11-21, 21-7, 12-21 di Saarlandhalle, An der Saarlandhalle 1, Saarbrucken, Jerman, pada Minggu (2/11) malam.
Meski gagal juara, performa Putri KW tetap dapat kredit dari sang pelatih, Imam Tohari. Torehan runner-up dinilai oleh pelatihnya sebagai capaian penting dalam proses pembinaan jangka panjang sektor tunggal putri Indonesia.
“Secara keseluruhan saya menilai adanya peningkatan performa dari sisi teknik, fisik dan strategi bermain Putri KW di tahun 2025 ini walaupun penampilannya masih belum konsisten,” ucap Imam Tohari dalam keterangan resmi PP PBSI.
Menurut Imam Tohari, pengalaman tampil di final turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut merupakan kesempatan berharga bagi Putri KW untuk berkembang dan belajar dari situasi nyata menghadapi tekanan tingkat tinggi.
Sebab, salah satu masalah yang dihadapi Putri KW menurut Imam Tohari adalah tak mampu menjaga fokusnya dengan baik. Hal itu pun jadi salah satu aspek kegagalan Putri juara Hylo Open 2025.
“Untuk di Hylo Open ini Putri performanya masih kurang maksimal karena fokusnya di lapangan terkadang hilang dan ini yang membuat Putri banyak melakukan kesalahan sendiri," terang dia.
"Sebenarnya peluang Putri untuk keluar memjadi juara terbuka cukup lebar, apalagi menilik rekor Head to Head nya seimbang dan pertemuan terakhir dimenangkan oleh Putri. Tetapi ini adalah pertandingan final yang tentunya memang berbeda dari partai lainnya, pasti lebih tegang untuk semua pemain,” imbuhnya.
Selain aspek non teknis, Imam Tohari juga memberikan evaluasi dari sisi teknis Putri KW. Ia cukup menyoroti teknik smash anak didiknya, yang menurutnya harus lebih bervariasi.
“Dari segi teknik, bola-bola atas (smash) lebih dipoles lagi variasi pukulannya kemudian dari segi fisik untuk speed dan power nya harus lebih baik lagi dan yang paling penting kita akan tingkatkan fokus Putri di lapangan," jelas Imam.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
