
Lifter Indonesia Rizki Juniansyah (tengah) bersama lifter Thailand Wichuma Weeraphon (kiri) dan lifter Bulgaria Andreev Bozhidar Dimitrov (kanan) berpose dengan medali mereka. (ANTARA)
JawaPos.com - Nama Rizki Juniansyah kembali menjadi perbincangan hangat setelah dirinya baru diangkat menjadi perwira TNI dengan pangkat letnan dua (Letda). Profil sang lifter tidak sembarangan karena termasuk peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 dan pemegang rekor dunia.
Rizki Juniansyah mengonfirmasi bahwa dirinya mendapatkan tawaran untuk diangkat menjadi Letda TNI. Dia mengaku sangat bersyukur mendapatkan itu setelah berhasil meraih dua emas dan satu perunggu dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025.
"Alhamdullilah saya diangkat menjadi Letnan dua," kata Rizki Juniansyah kepada JawaPos.com saat ditemui Mess Kwini, Jakarta Pusat, Rabu (5/11).
Menjadi anggota TNI, diakui Rizki Juniansyah termasuk salah satu impian dan cita-citanya. Dia ingin menjadi orang pertama yang menjadi bagian dari aparat negara di kalangan keluarganya.
Selain itu, menjadi aparat juga termasuk permintaan dan keinginan sang ayah, Muhammad Yasin yang telah berpulang. Rizki pun berhasil mewujudkan mimpinya dan juga keinginan sang ayah meski telah tiada.
"Keluarga juga tak ada yang (jadi) aparat. Saya ingin saja salah satu anak orang tua ingin di angkat besi jadi, buat karier masa depan juga jadi. Sebelum meninggal, pas sebelum olimpiade juga. Cuma waktu itu banyak ya sampai tiga kali," tutur Kijun, sapaan akrab Rizki Juniansyah.
"Alhamdullilah rezekinya saat ini. Alhamdullilah terlaksana, nanti mungkin tanggal saya dilantik, saya akan ke makam ayah saya pakai seragam," ungkapnya menambahkan.
Sosok Rizki Juniansyah pun kini jadi sorotan. Banyak yang menganggap sang lifter layak mendapatkannya karena memiliki segudang prestasi dan sering telah membanggakan Indonesia.
Profil Rizki Juniansyah memang menarik. Dia lahir dari keluarga atlet angkat besi sehingga sejak kecil sudah sangat akrab dengan olahraga. Ayahnya, M Yasin adalah atlet angkat besi nasional yang berpengalaman meraih prestasi di SEA Games antara 1983-1993.
Kemudian ibundanya, Yeni Rohaeni, merupakan atlet angkat berat Provinsi Banten. Kedua kakaknya, Randy Maulida Yasin dan Riska Anjani Yasin serta kakak iparnya, Triyatno, juga menggeluti olahraga angkat besi sebagai atlet.
Karena itu, Kijun sudah berlatih angkat besi dari berusia sembilan tahun. Kariernya pun dihiasi dengan prestasi kinclong sejak remaja, di mana dia mampu meraih emas Kejuaraan Nasional beruntun pada 2017 dan 2018. Selain itu, Kijun juga menjadi juara Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2018, Pekan Olahraga Provinsi 2018, dan PON 2021.
Di level internasional, Rizki Juniansyah membuat sejarah dan Indonesia bangga berkat keberhasilannya meraih emas Junior World Championships 2021 dan 2022 kelas 73 kilogram.
Ia bahkan juga tercatat sebagai pemegang rekor junior yang sampai saat ini belum terpecahkan. Yakni snatch 157kg dan clean & jerk 194 kg, serta total angkatan sebesar 349 kg.
Meski menyala sejak muda, Kijun sempat mengalami masalah kesehatan. Dia harus sampai menjalani operasi usus buntu tiga bulan setelah meraih emas SEA Games pada Mei 2023. Kondisi itu sempat membuat kansnya lolos ke Olimpiade Paris 2024 tertutup.
Tapi Rizki Juniansyah bangkit. Dia berhasil meraih emas Piala Dunia IWF 2024 dengan mencetak rekor dunia dengan total angkatan 365 kg dan mengunci tiket Olimpiade Paris 2024. Bahkan puncak prestasinya adalah dia meraih emas Olimpiade untuk Indonesia di kelas 73 kg.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
