Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 November 2025, 17.30 WIB

Diikuti 863 Atlet Muda, Ekosistem Panahan Terus Terjaga di Milklife Archery Challenge

Sebanyak 863 atlet muda panahan mengikuti MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 berlangsung di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 12-15 November. (Dok. Milklife) - Image

Sebanyak 863 atlet muda panahan mengikuti MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 berlangsung di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 12-15 November. (Dok. Milklife)

JawaPos.Com – Sebanyak 863 atlet muda panahan mengikuti MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 berlangsung di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 12-15 November.

Peserta berasal dari 25 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 151 Sekolah Dasar (SD), 12 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogjakarta.

Selain itu terdapat penambahan satu kategori dalam seri kedua ini, yakni Nasional (standar bow) KU 15 putra dan putri. Sementara empat kategori lainnya yang turut dipertandingkan adalah Nasional KU 12, Nasional KU 10, PVC KU 12, dan PVC KU 10, baik putra maupun putri.

Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris menilai kejuaraan ini bukan hanya menjadi wadah kompetisi. Tetapi juga ruang pembelajaran dan penguatan karakter bagi para atlet muda yang sedang menapaki jalan prestasi. Ia juga menilai bahwa keterlibatan berbagai pihak, termasuk Djarum Foundation, memberikan dorongan berarti bagi perkembangan olahraga panahan di daerah.

“Terima kasih kepada semua pihak, terutama Djarum Foundation yang telah mengadakan acara ini sebagai ajang bagi anak-anak kita untuk berkompetisi dan melatih diri," katanya.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyatakan, penyelenggaraan di seri kedua ini mengalami peningkatan signifikan dari sisi jumlah peserta, yakni melonjak hingga lebih dari lima puluh persen dibandingkan seri perdana di Kudus yang diikuti 428 atlet panahan.

Kenaikan ini dikatakannya menjadi bukti nyata bahwa minat serta antusiasme para atlet panahan muda di Indonesia terus tumbuh dan berkembang dengan sangat positif.

Oleh karena itu, keberlanjutan penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge menjadi wujud komitmen konkret dalam memperkuat ekosistem olahraga panahan nasional, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas kompetisi, hingga penciptaan ruang tumbuh bagi para talenta berbakat.

“Kenaikkan jumlah peserta ini sangat bagus karena melampaui ekspektasi hingga lebih dari delapan ratus orang. Selain kuantitas, kami ingin menjaga kualitasnya juga," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini memberikan kesempatan luas bagi atlet dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi. “Dengan sistem yang terbuka dan pembinaan yang konsisten, olahraga panahan bisa tumbuh, disukai dan menjadi olahraga populer di kalangan anak muda.” tambah Yoppy.

Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani Abdul Razak menyebut ajang ini menjadi salah satu barometer penting untuk melihat pertumbuhan jumlah peserta sekaligus kualitas para atlet muda, sehingga memberikan dampak positif bagi ekosistem panahan Indonesia.

"Kualitas para atlet muda juga menunjukkan perkembangan yang membanggakan, dapat dilihat dari adanya lonjakan skor dan kemampuan teknis dari tahun ke tahun," jelasnya.

Daftar pemenang MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2

Individu:

Nasional KU 15 PutriGold - Kori Rajwa Nuha Saputro (SMP Khusus Olahraga Surakarta)
Silver - Shakila Queena Elrakha (SMPN 2 Jepara)

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore