Tim Taekwondo Indonesia berhasil memenuhi target Kemenpora denhan meeaih dua emas di SEA Games 2025. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tim taekwondo Indonesia berhasil membawa pulang sepuluh medali, termasuk dua di antaranya adalah emas. Torehan itu bukan hanya mencapai target yang ditetapkan pemerintah, tapi juga berarti besar untuk olahraga taekwondo di Tanah Air.
Dua medali emas itu dipersembahkan oleh empat atlet di dua nomor berbeda. Pertama adalah nomor poomsae beregu putra yang dipersembahkan oleh Muhammad Rizal, Muhammad Hafizh Fachrul Rhazy, dan Muhammad Alfi Kusuma.
Pencapaian dari trio tersebut juga menjadi medali emas pertama tim Indonesia dalam SEA Games 2025. Bagi taekwondo Indonesia sendiri, hasil itu juga menandai penantian panjang Indonesia sejak terakhir meraih emas pada 2011.
Rasa lega dan kebahagiaan pun diungkapkan oleh Muhammad Alfi Kusuma. Ia menyebut mereka tampil tanpa memikirkan apapun selama beraksi hingga akhirnya dapat emas.
"Udah all out ajalah. Kita enggak mikir medali emas, kita enggak mikir bonus, enggak mikir apa," kata Alfi ditemui usai mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta, yang disambut oleh NOC Indonesia pada Minggu (14/12) malam.
"Alhamdulillah, tidak menyangka juga kami bisa dapet medali emas. Karena dalam sejarahnya Poomsae itu dapet medali emas lama sekali. Terakhir 2011," tambahnya.
Sementara emas kedua datang dari nomor kyorugi putra kelas 68-74 kilogram. Yakni lewat Arya Danu Susilo yang sumses menundukkan atlet Vietnam Ly Hong Phuc di final.
Arya Danu mengungkapkan bahwa pencapaian itu sesuai dengan sasaran yang ditetapkan sebelum keberangkatan. Apalagi dia mendapatkannya di SEA Games perdananya sepanjang karier. Tekanan besar pun dirasakan oleh Arya Danu saat bertanding di partai final.
"Iya, emas pertama. Iya, saya baru debut tahun ini. Jadi ini rasanya luar biasa deg-degan, nervous. Tapi saya bisa melakukan dengan baik final," kata Arya.
Selain meraih dua emas, tim taekwondo Indonesia juga sukses menyabet dua medali perak dan enam perunggu. Dua medali perak diraih Muhammad Raihan Fadhila di kelas 74-80 kg putra dan Aziz Hidayat Tumakaka untuk kelas -54 kg putra.
Sementara enam medali perunggu dicatatkan atas nama Winda Dwi Putri (46-49 kg putri), Osanando Naufal Khairudin (80-87 kg putra), Ni Kadek Heni Prikasih (-46 kg putri), dan tiga medali perunggu tambahan dari nomor lain pada hari terakhir.
Wakil Sekretaris Jenderal I Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, Irwan Nugraha Kurnia mengaku bersyukur atas pencapaian ini. Sebab target yang ditetapkan Kemenpora telah tercapai. Torehan itu pun jadi modal untuk PB TI mempersiapkan atletnya ke Asian Games 2026 di Jepang.
"Untuk yang target yang dicanangkan oleh Kemenpora, kita penuhi, yaitu dua emas. Taekwondo kebetulan dapet dua emas, dua perak, dan enam perunggu," ujarnya.
"Nah di 2026 kita ada persiapan Asian Games dan kami berharap juga, harapan besar buat mereka untuk meraih medali emas kembali di sana pada saat itu," jelasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
