
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menghadapi Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menjadi runner-up Indonesia Masters 2026. Pasangan muda itu mengakui gagal juara karena tak bisa tampil all out dalam partai final, Minggu (25/1) sore.
Raymond/Joaquin tak mampu meraih gelar setelah kalah dari pasangan Malaysia, Nur Izzuddin/Goh Sze Fei. Mereka kalah dalam dua gim langsung, skor 19-21, 13-21 dalam duel di Istora Senayan, Jakarta.
“Saya rasa permainan kami hari ini kurang all out, kesulitannya ada di lapangan karena kami belum pernah main di lapangan satu. Dari babak awal sampai sampai kemarin main di lapangan dua terus," kata Joaquin usai pertandingan.
"Jadi masih butuh adaptasi anginnya, kalau mukul suka lupa arah anginnya, ini jadi pelajaran buat saya juga, kami harus siap main di lapangan mana saja karena musuh juga mengalami hal yang sama,” tambahnya.
Kegagalan ini membuat Raymond/Joaquin gagal meraih gelar keduanya di turnamen BWF World Tour Super 500. Mereka sebelumnya juara ajang level tersebut di Australia Open 2025.
Selain itu, kegagalan ini membuat Raymond/Joaquin terkena revans dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Saat juara di Australia Open, kedua pasangan sempat bertemu dan pasangan Indonesia mampu keluar sebagai pemenang.
Kala itu Raymond/Joaquin mampu menang dua gim langsung dengan skor kembar 21-15, 21-15 atas Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada babak semifinal.
Raymond mengatakan bahwa pertandingan dengan duet Malaysia saat di Australia ddan di Istora sekarang berbeda. Ia kembali menyoroti kondisi lapangan yang lebih berangin.
"Ya yang pasti perbedaan ada, karena di Australia Open sama di sini kondisi lapangannya jauh lebih beda anginnya, terus kondisi bolanya kami dan mungkin mereka sudah antisipasi kita juga," kata Raymond.
"walaupun kita sudah nonton video kemarin cara main mereka juga. Ya mungkin harus improve lagi biar bisa enggak mudah ketebak sama lawan itu pukulan-pukulannya sih," imbuhnya.
Joaquin menambahkan, duet Malaysia dirasakan olehnya lebih siap untuk bertanding. Hal itu membuat ia dan Raymond jadi kesulitan dan tak bisa mendominasi seperti saat di Australia.
"Saya rasa mereka lebih siap menghadapi kita di permainan depan. Karena kalau kayak sebelumnya kita kayak dominan banget nyerang, tapi kali ini mereka berani ngadu kita, berani ngadu, dan mereka saya rasa hari ini mainnya sangat baik. Mereka lebih, lebih siap dibanding kita hari ini," jelas Joaquin.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
