
Pebulu tangkis putri Indonesia Putri Kusuma Wardani melakukan latihan jelang turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/6). (ANTARA)
JawaPos.com–Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melakukan sejumlah transformasi sebagai upaya meningkatkan animo bulu tangkis internasional. Salah satunya dengan menambah rangkaian BWF World Tour mulai 2027 menjadi 36 turnamen. Sehingga agenda para pemain semakin padat.
BWF secara resmi mengumumkan rangkaian BWF World Tour mulai 2027 tak akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tur dunia bulu tangkis tersebut nantinya akan bertambah dari 36 turnamen, dari sebelumnya hanya sekitar 26-31 turnamen.
Jumlah 36 turnamen dalam kalender BWF World Tour tersebut akan berlaku selama empat tahun hingga 2030. Penambahan itu tak lepas dari masuknya turnamen level Super 100 masuk dalam rangkaian tur dunia bergengsi.
Selain itu, BWF juga menetapkan rangkaian turnamen level Super 1000 mulai tahun depan bertambah satu. Denmark Open akan masuk dalam deretan ajang elite, mengikuti Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan China Open.
Artinya, BWF World Tour ke depan akan terdiri dari enam level yang terintegrasi sepenuhnya, mencakup BWF World Tour Finals, lima turnamen Super 1000, lima Super 750, sembilan Super 500, delapan Super 300, dan delapan Super 100.
Selain itu, format turnamen untuk level Super 1000 juga akan mengalami perubahan. BWF menetapkan bahwa penyelenggaraan lima turnamen elite tersebut akan lebih panjang menjadi 11 hari yang mencakup dua akhir pekan.
Sektor tunggal pada level Super 1000 akan diikuti 48 pemain dengan format fase grup sebelum masuk babak eliminasi. Sementara sektor ganda menggunakan sistem gugur dengan 32 pasangan. Total hadiah uang tahunan juga diproyeksikan meningkat menjadi sekutar USD 26,9 juta.
Tak cuma BWF World Tour, induk bulu tangkis dunia turut merombak format kejuaraan utama. Kejuaraan Dunia misalnya, akan mengadopsi fase grup untuk memastikan setiap atlet bertanding minimal dua kali.
Kemudian untuk Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber, ke depan akan melibatkan lebih banyak tim untuk memperluas representasi internasional.
Sederet perubahan ini diklaim BWF sebagai bagian dari transformasi besar-besaran untuk meningkatkan nilai komersial, kualitas produksi, serta pengalaman pemain dan penggemar di seluruh dunia.
”Kami sedang membangun olahraga yang berbicara kepada generasi berikutnya. Setiap elemen, mulai dari format kompetisi dengan peningkatan hadiah uang, hingga strategi penyiaran dan rantai nilai sponsor, telah dirancang ulang untuk memenuhi tuntutan olahraga global sejati di abad ke-21,” kata Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul.
Diakui Leeswadtrakul, dibutuhkan keberanian dalam membuat keputusan ini. Dia berkeyakinan langkah tersebut diambil agar bulu tangkis bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik.
”Ini adalah puncak dari visi bersama dan kemitraan kami dengan Infront untuk meningkatkan posisi global bulu tangkis dan membuka potensi penuhnya. Kami tidak hanya membentuk serangkaian turnamen, kami membentuk budaya, identitas, dan peluang,” terang Leeswadtrakul.
”Masa depan bulu tangkis terletak pada kemampuan kita untuk berani, inklusif, dan relevan secara global. Ini adalah janji bagi bulu tangkis untuk menjadi olahraga global. Di dunia dengan pilihan hiburan yang tak terbatas, kita harus mendapatkan perhatian melalui kreativitas, teknologi, dan penceritaan. Bulu tangkis harus imersif, cerdas, dan tak terlupakan,” imbuh dia.
Daftar Tuan Rumah BWF World Tour 2027-2030
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
