Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 00.59 WIB

Tangis Haru di RS Bhayangkara, Gubernur Khofifah Peluk dan Tenangkan Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Tangis Haru di RS Bhayangkara, Gubernur Khofifah Peluk dan Tenangkan Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Humas Pemprov Jatim) - Image

Tangis Haru di RS Bhayangkara, Gubernur Khofifah Peluk dan Tenangkan Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Suasana haru terasa di RS Bhayangkara Surabaya, saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memeluk dan menenangkan keluarga korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.

Dalam tangis dan duka, Khofifah berusaha menguatkan para orang tua yang sedang menunggu nasib anaknya. Ia meminta mereka untuk sabar, tabah, dan senantiasa menjaga kesehatan selama menanti hasil identitas.

Setibanya di RS Bhayangkara, Khofifah langsung menemui keluarga korban yang berada di ruang tunggu keluarga. Salah satunya dengan Halimah, orang tua dari mendiang Saki Yusuf, salah satu santri Ponpes Al Khoziny yang menjadi korban.

“Semua jenazah masih dalam proses identifikasi. Ibu makan ya, jangan sampai tidak makan. Kalau ibu sakit nanti malah tidak bisa menemani proses ini,” ujar Khofifah sambil memeluk erat Halimah, Selasa (7/10).

Tak hanya memberikan penguatan moral, Gubernur Khofifah juga membantu Halimah menghubungi keluarga lain yang masih di Bangkalan agar dapat segera ke Surabaya untuk proses pencocokan data Ante Mortem.

“Proses identifikasi masih terus dilakukan secara teliti dan hati-hati oleh tim DVI (Disaster Victim Identification) dengan mencocokan  data Ante Mortem (AM) dan Post Mortem (PM) serta DNA," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah mengapresiasi kinerja Tim DVI bersama Tim Ante Mortem dan Post Mortem, yang bekerja keras 24 jam nonstop demi bisa mengidentifikasi jenazah korban.

"Kinerja Tim DVI bersama tim Ante Mortem dan Post Mortem, sungguh luar biasa. Mereka melakukan kerja maraton dan profesional dan sangat proaktif. Koordinasi demi koordinasi dilakukan secara intens," terang Khofifah.

Kerja keras mereka membuahkan hasil. Hingga Selasa (7/10) sebanyak 17 jenazah berhasil teridentifikasi. 4 jenazah teridentifikasi di RSI Siti Hajar Sidoarjo dan 12 jenazah lainnya di RS Bhayangkara, Surabaya.

"Mohon do'a semuanya mudah- mudahan tim kuat karena bekerja 24 jam secara profesional. Sehingga harus dibagi shift piket/jaga. Terima kasih atas seluruh kerja keras dari tim DVI dan tim pendukung lainnya," tukas Khofifah.

Kronologi Singkat 

Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. 

Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 7 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 17 berhasil teridentifikasi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore