Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 06.09 WIB

Kepolisian Janji Usut Tuntas Tragedi Ambruknya Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto berjanji kepolisian akan mengusut tuntas kasus ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny - Image

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto berjanji kepolisian akan mengusut tuntas kasus ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny

JawaPos.com - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto berjanji kepolisian akan mengusut tuntas kasus ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, yang menewaskan puluhan orang.

"Pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa setelah kejadian, kita sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah dengan membuat laporan polisi yang dilakukan Polres Sidoarjo," tutur Irjen Pol Nanang, Rabu (8/10).

Ia mengatakan bahwa Polda Jatim sudah membentuk tim yang terdiri dari Ditreskrimum dan Ditreskrimsus untuk melakukan proses penyelidikan dengan dasar LP A4/IX /2025 SPKT Unit Reskrim Polsek Buduran, Polresta Sidoarjo.

"Dan ini pun tanganin langsung dari Tim Polda, biar meskipun dari Polresta Sidoarjo diikutkan, tetapi kami ambil alih. Jadi di sini kami libatkan untuk melakukan penanganan proses penyidikan ini," tambahnya.

Lebak lanjut, Nanang mengatakan bahwa tragedi ambruknya bangunan empat lantai, yang difungsikan sebagai musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, menimbulkan duka mendalam bagi Indonesia.

"Pada saat itu (santri sedang) salat Asar berjamaah. Di situ terjadi objek runtuhan bangunan, musala, asrama, putra yang sedang dalam proses konstruksi dan pengecoran," ucap Nanang.

Dugaan awal yang menyebabkan bangunan tersebut tiba-tiba ambruk, lanjut Nanang, adalah kegagalan konstruksi. Namun, melihat kondisi di lapangan, kepolisian memutuskan untuk menunggu proses evakuasi korban rampung.

"Melihat situasional, pada saat itu juga saya sampaikan bahwa yang kita kedepankan adalah masalah kemanusiaan dulu, sehingga kita melakukan kegiatan-kegiatan pertolongan terhadap korban," tegasnya.

Nanang mengaku turut prihatin atas terjadinya tragedi di Pondok Pesantren Al Khoziny. Bagaimana tidak, tercatat ada 107 korban dalam tragedi memilukan ini. 67 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Dari 67 kantong jenazah ini, 40 sudah teridentifikasi sedangkan yang lainnya dalam proses. Begitu ada masuk datanya. akan cepat kita rilis karena memang ini adalah data yang ditunggu oleh keluarga," ujarnya.

Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. 

Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 40 berhasil teridentifikasi. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore