Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 19.12 WIB

Keluarga Kenang Haikal, Santri Pintar dan Pendiam yang Gemar Merakit Audio Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Keluarga Kenang Haikal, Santri Pintar dan Pendiam yang Gemar Merakit Audio Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Keluarga Kenang Haikal, Santri Pintar dan Pendiam yang Gemar Merakit Audio Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Fauzi, warga Bangkalan, Madura ini masih tak percaya kehilangan tiga ponakannya sekaligus dalam tragedi ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Senin (29/9) lalu.

Keempat ponakannya adalah Muhammad Ubaidillah, Muhammad Haikal Ridwan, M. Muzakki Yusuf, dan Muhammad Azam Albi Alfa Himam. Mereka merupakan santri Pondok Pesantren Al Khoziny.

Setelah operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10), Fauzi bergeser ke posko pengungsian di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya. Fauzi mengatakan keempat ponakannya sudah dipastikan meninggal dunia.

"Keluarga saat ini sangat terpukul sekali, kita sangat kehilangan anak-anak kami," tutur Fauzi yang tampak cemas menunggu proses identifikasi DVI di depan halaman kamar jenazah RS Bhayangkara, Kamis (9/10).

Dengan raut wajah sedih, Fauzi hanya bisa pasrah jika pada akhirnya, ia hanya bisa membawa jenazah para ponakannya ke kampung halaman di Bangkalan, Madura, untuk dikebumikan secara layak.

Dalam kesempatan yang sama, Fauzi mengenang salah satu ponalannya yang sangat dekat di hatinya, yakni Haikal. Ia mengingat jelas momen Haikal terakhir pulang ke rumah, sebelum tragedi mengerikan itu merenggut nyawanya.

Kenangan itu terasa semakin menyayat ketika Fauzi mengingat hari terakhir Haikal di rumah. Haikal baru kembali ke pondok pada Sabtu malam, dan hanya sempat bermalam satu malam sebelum kejadian tragis itu merenggut nyawanya.

"Haikal ini kan kembali dari pondok Sabtu malam (27/9). Berarti dia cuma tidur semalam di pondok (sebelum kejadian bangunan empat lantai ambruk). Seninnya (29/9) sudah kejadian," tutur Fauzi.

Pada Senin pagi, dari penuturan anak Fauzi, Arul, yang menjadi korban selamat, ia bersama Haikal berangkat sekolah, seperti biasanya. Dua santri muda berusia 14 tahun ini lalu naik ke atas gedung untuk melihat aktivitas ngecor.

"Arul (anak saya) itu, sama Haikal ke atas, melihat orang ngecor. Berarti di situ kan ada aktivitas. Aktivitas ngecor. Dan juga di bawah ada orang sholat. Nah itu kan SOP-nya dari mana?" keluh Fauzi dengan nada geram.

Bagi Fauzi, Haikal merupakan sosok anak muda yang penuh potensi dan kreativitas. Meski dikenal sebagai pribadi pendiam, keponakannya ini memiliki hobi unik, yakni merakit alat-alat audio.

"Saya ingin menceritakan sosok Haikal dulu. Dia orangnya pinter. Diam-diam, kreatif. Anak ini hobinya sound horeg. Bahkan saya lihat kemarin di kamarnya, berantakan dia lagi rakit (audio)," ujar Fauzi mengenang keponakannya.

Kronologi Singkat

Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore