Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Oktober 2025, 05.47 WIB

Satu Lagi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi, 13 Kantong Jenazah Masih Belum Dikenali

Satu Lagi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi, 13 Kantong Jenazah Masih Belum Dikenali. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Satu Lagi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Teridentifikasi, 13 Kantong Jenazah Masih Belum Dikenali. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Tim Disaster Victim Identifiction (DVI) Polda Jawa Timur kembali mengumumkan update hasil identifikasi jenazah korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Sabtu (11/10).

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan bahwa hari ini, sebanyak 1 korban berhasil teridentifikasi dari 1 kantong jenazah.

"Hari ini, Sabru, 11 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 1 kantong jenazah, yang match dengan delapan nomor AM (ante morterm)," ujarnya, Sabtu (11/10).

Adapun satu kantong jenazah yang telah teridentifikasi itu atas nama Muhammad Ridwan Sahari. Ia merupakan santri laki-laki berusia 14 tahun, dengan alamat Bendul Merisi Jaya Timur nomor 17 RT 2/ RW 12, Wonocolo, Surabaya. 

"Kantong jenazah dengan nomor postmortem RSPB 059, berhasil teridentifikasi melalui DNA dan medis gigi. Cocok dengan nomor antemortem 056 sebagai saudara Muhammad Ridwan Sahari," imbuhnya.

Khusnan menerangkan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. 

"Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 51 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya," terang Khusnan.

Dari 67 kantong jenazah tersebut, 8 kantong jenazah berisi body part. Dengan teridentifikasinya satu korban, lanjut Kombes Pol Khusnan, maka kini tersisa 13 kantong jenazah yang belum teridentifikasi. 

"Perlu kami sampaikan teman-teman, saat ini operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman nomor AM dan PM. Untuk kantong jenazah saat ini, yang belum teridentifikasi ada 13," tukasnya.

Kronologi Singkat

Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.

Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. 

Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part. 

Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 51 orang berhasil teridentifikasi. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore