
Ilustrasi Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). (Dok Jawa Pos)
JawaPos.com - Sejumlah proyek infrastruktur strategis di Surabaya barat dipastikan tetap berjalan pada 2025, meski adanya penyesuaian anggaran. Pemkot melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) memastikan proyek-proyek besar seperti Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan pelebaran Jalan Wiyung akan menjadi prioritas utama.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya Adi Gunita mengatakan, pembangunan JLLB sisi barat akan dilanjutkan tahun depan dengan sistem multiyears.
“Proyek itu sudah final, karena memang masuk program multi-year. Panjangnya sekitar 1,1 kilometer, dari area flyover sampai tembus ke Sememi,” jelasnya. Pekerjaan JLLB ini akan memantapkan konektivitas kawasan barat dan memperlancar akses ke perbatasan Gresik.
Sementara untuk JLLB sisi timur, Adi menyebut pelaksanaannya masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Jalur tersebut nantinya akan menjadi pelengkap koneksi dua sisi lingkar luar kota.
“Untuk sisi timur kami minta bantuan ke APBN, karena kebutuhan anggarannya cukup besar,” tambahnya.
Pengerjaan Flyover yang melanjutkan dari Sememi baru ke sebrang jalan raya Sememi tahu depan ditunda. Proyek itu dinilai belum menjadi prioritas utama. Pemkot berfokus menghubungkan akses JLLB dari interchange Romokalisari ke arah Sememi.
Disamping itu proyek lanjutan flyover itu menghabiskan dana yang besar sekitar Rp 350-400 miliar.
Selain JLLB, Pemkot juga akan melanjutkan pelebaran Jalan Wiyung pada 2026. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dari arah sekarang sampai Puskesmas Lidah Kulon.
“Tahap pertama panjangnya sekitar 1,1 kilometer, dan akan dilanjut sampai tahun 2027 sejauh 1,5 kilometer lagi,” ujar Adi. Proyek ini menelan biaya sekitar Rp50–60 miliar dan ditujukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di koridor Wiyung–Lidah Wetan.
Adapun proyek Radial Road yang sempat tertunda karena pengerjaan bozem sekarang dilanjutkan. Pengerjaan sekarang pemasangan jembatan. Proyek itu berakhir Desember dan dilanjutkan pada Januari–Februari 2025.
“Tahun ini kita hanya bisa memasang beberapa span jembatan karena baru lelang September, Sisanya akan dituntaskan awal tahun depan,” kata Adi. Nilai anggaran untuk Radial Road mencapai Rp15 miliar pada 2026. Sementara tahun ini hanya dialokasikan Rp3 miliar.
Pengerjaan radial road tahun depan lebih detail. Pekerjaan meliputi pedestrian, PJU, jembatan hingga pengaspalan. Proyek tersebut rencananya rampung dan bisa difungsikan pada Mei nanti. Mengingat tahun depan bukan Maret sudah puasa dan lebaran. Pembukaan akses sendiri dikordinasikan dengan pihak Dishub.
Untuk proyek Jalur Lingkar Dalam Barat (JLDB), statusnya masih menunggu keputusan akhir dari pembahasan APBD. Adi menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan usulan lanjutan pekerjaan dengan nilai sekitar Rp42 miliar, termasuk pembangunan jembatan.
“Masih dibahas bersama tim anggaran dan Komisi Dewan. Keputusannya kemungkinan keluar akhir tahun ini,” ujarnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
