Ilustrasi Nasida Ria bersama JKT 48. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com-Kelompok seniman religi dari Jawa Timur berhasil menjadi juara dalam Lomba Qasidah Kolaborasi dalam Festival Seni Budaya Islam di Kendari (15/10) malam. Para seniman religi yang juara itu, bisa meneruskan kiprah grup Qasidah legendaris Nasida Ria.
Dewan juri mengumumkan Provinsi Jawa Timur meraih juara pertama Lomba Qasidah Kolaborasi pada ajang Festival Seni Budaya Islam. Festival ini merupakan rangkaian Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Hasil penilaian memutuskan, Grup MAN Satoe Voice asal Jawa Timur unggul atas peserta dari berbagai provinsi lainnya. Hasil tersebut diumumkan setelah melalui proses penjurian yang ketat oleh dewan juri.
Kompetisi Qasidah Kolaborasi menjadi ajang ekspresi seni yang memadukan nilai spiritual, kreativitas, dan kearifan lokal. Lomba Qasidah Kolaborasi merupakan bagian dari Festival Seni Budaya Islam yang rutin digelar oleh Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag).
Plt. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi mengapresiasi semangat dan kreativitas para peserta yang menampilkan karya seni bernuansa Islami dengan penuh makna. Dia memaknai seni dan dakwah harus berjalan beriringan.
“Festival ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi ruang ekspresi dan kolaborasi yang memperlihatkan kekayaan budaya Islam di Indonesia," kata Zayadi dalam keterangannya (16/10).
Dia mengatakan seni dan dakwah harus berjalan beriringan. Keduanya harus saling menguatkan dalam membangun karakter umat.
Sementara itu Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Kemenag Wida Sukmawati menjelaskan, para peserta yang tampil di tingkat nasional telah melalui proses seleksi berjenjang. Setiap kabupaten mengirimkan pesertanya ke provinsi untuk dinilai yang terbaik.
"Dari situ, dipilih peserta yang mewakili daerahnya di ajang perlombaan tingkat pusat,” ujar Wida.
Dalam lomba tahun ini, panitia menetapkan empat kategori penilaian utama. Yakni kategori vokal (30 persen), aransemen (30 persen), penampilan (20 persen), dan adab (20 persen). Wida mengatakan unsur penilaian tersebut mencerminkan keseimbangan antara kemampuan teknis dan etika. Sehingga peserta tidak hanya dinilai dari keindahan suara. Tetapi juga ketulusan ekspresi dan kesopanan dalam berpenampilan.
Setelah peserta dari Jawa Timur yang meraih juara pertama, posisi kedua diraih kelompok Bismillah dari Bali. Kemudian posisi ketiga diraih oleh grup Salten asal Banten. Sementara Harapan I diraih oleh Hidayatullah Insan dari Kalimantan Tengah.
Selain daftar juara tadi, panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada peserta dengan penampilan kearifan lokal terbaik. Kategori ini diraih peserta dari Sulawesi Tenggara. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya daerah dalam menggabungkan budaya lokal dengan semangat Islam dalam seni pertunjukan.
Lebih lanjut Wida menilai, Lomba Qasidah Kolaborasi bukan sekadar ajang adu kemampuan. Tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antarprovinsi melalui seni.
“Kami ingin menumbuhkan semangat kolaborasi dan melestarikan budaya Islam Indonesia yang kaya warna dan makna,” tutur Wida.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
