Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Oktober 2025, 20.00 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Warga Tak Panik, Pemkot Surabaya Petakan Ulang Pipa Gas usai Semburan di Rungkut

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com-Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menaruh perhatian khusus terkait munculnya semburan air bercampur gas metana di Sungai kawasan Rungkut Madya, Kecamatan Gununganyar, yang menggegerkan warga.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan bersama PGN dan Pakar Geologi ITS, Eri menegaskan bahwa semburan di sungai Rungkut Madya disebabkan kebocoran pipa milik Perusahaan Gas Negara. 

Karena itu, dia mengimbau masyarakat agar jangan mudah terpengaruh dengan video viral di medsos. "Ada yang bilang kaya Lapindo, nah itu kan bahaya, orang-orang jadi takut. Yang berkomentar biar yang ahli," tutur Eri di lokasi semburan, Minggu (19/10).

Saat di lokasi, Wali Kota Eri memastikan bahwa semburan tersebut aman. Bahkan sejak dilakukan penutupan pipa oleh PGN pada Jumat (17/10) pukul 16.15 WIB, semburan air bercampur gas di sungai tersebut berhenti.

“Setelah Kamis malam lalu ada kejadian, saat itu saya meminta kepada BPBD untuk berkoordinasi dengan teman-teman PGN dan ITS. Alhamdulillah keesokan harinya PGN bergerak cepat menutup dua pipa,” imbuh Eri.

Meski bukan fenomena alam, Eri Cahyadi menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemetaan pipa gas di Kota Surabaya, dengan harapan tidak terjadi lagi peristiwa serupa yang menghebohkan warga. 

Bukan hanya berkolaborasi dengan PGN, Pemkot Surabaya juga terus berkoordinasi dengan pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengingat Surabaya dilalui oleh sesar kendeng 

"Ketika terjadi hal seperti ini, yang berkomentar biar yang ahlinya. Kalau pun kebetulan terjadi (fenomena alam), (pakar) akan menyampaikan apa saja yang harus dilakukan oleh warga dan pemkot," tegas Eri.

Orang nomor satu di Kota Surabaya iki menghimbau seluruh masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain, agar tidak terpengaruh isu yang belum tentu kebenarannya sehingga membuat warga resah. 

"Ayo saling jaga warganya. Saya minta tolong kepada masyarakat kalau menyampaikan sesuatu di sosial media itu yang menenangkan warga, jangan malah dibuat bahan bercandaan sehingga menakut-nakuti warga,” ucap Eri. 

Sebagai informasi, semburan di Sungai kawasan Rungkut Madya, muncul pertama kali pada Kamis (16/10) sekitar pukul 2 siang. Semburan itu berlangsung hingga keesokan harinya pada Jumat (17/10) pukul 16.15 WIB.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore