Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Oktober 2025, 03.13 WIB

Usai Kasus Pesta Sesama Jenis, Walkot Surabaya Eri Cahyadi Panggil Seluruh GM Hotel

Usai Kasus Pesta Sesama Jenis, Walkot Surabaya Eri Cahyadi Panggil Seluruh GM Hotel. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Usai Kasus Pesta Sesama Jenis, Walkot Surabaya Eri Cahyadi Panggil Seluruh GM Hotel. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memanggil para General Manager (GM) hotel yang beroperasi di Surabaya. Pertemuan ini digelar pasca kasus pesta sesama jenis (gay), yang sempat menghebohkan publik. 

Berlangsung di Graha Sawunggaling, Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jumat (24/10), lebih dari 100 GM hotel yang tergabung dalam PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Surabaya, hadir.

"Surabaya ini adalah kota yang dibangun dengan syariat dan kekuatan agama. Jadi, jangan sampai Surabaya dicoreng dengan hal seperti itu," tutur Wali Kota Eri Cahyadi di hadapan para GM, Jumat (24/10).

Sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, lanjut Eri, Surabaya tak bisa jauh dari sektor jasa. Bahkan Industri perhotelan cukup membantu roda perekonomian masyarakat di Kota Pahlawan. 

Karena itu, Eri Cahyadi mengimbau seluruh pelaku industri perhotelan untuk bersama menjaga citra Surabaya. Menurutnya, daya tarik wisatawan sangat bergantung pada kenyamanan dan reputasi sebuah daerah. 

"Surabaya ini kota jasa. Pertumbuhan ekonomi kita berasal dari sektor jasa, termasuk hotel. Maka saya mengundang seluruh anggota PHRI dan GM hotel untuk berkomitmen menjaga agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi," imbuhnya.

Wali Kota Eri menyampaikan bahwa para pelaku industri hotel telah menyatakan komitmennya untuk memperketat pengawasan dan memperkuat sistem deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan hotel.

"Hotel ini tempat istirahat. Teman-teman hotel punya komitmen agar kejadian itu tidak terulang. Kita akan lakukan pelatihan bekerja sama dengan kepolisian dan beberapa lembaga," tegas Eri.

Orang nomor satu di Kota Pahlawan tersebut kembali menegaskan bahwa Surabaya tidak bisa dibangun oleh pemerintahnya saja, perlu dukungan dari berbagai kalangan masyarakat untuk memajukan daerah ini. 

"Kalau ingin kota ini berkembang dan bertumbuh ekonominya, kalau ingin Surabaya didatangi wisatawan, ayo jaga bareng. Jenengan usaha di bidang jasa, silakan, tetapi jangan sampai terulang lagi pesta gay," pungkas Eri. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore