Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Oktober 2025, 04.41 WIB

Eri Cahyadi Ultimatum Hotel di Surabaya: Tak Boleh Ada Lagi Pesta Maksiat!

Eri Cahyadi Ultimatum Hotel di Surabaya: Tak Boleh Ada Lagi Pesta Maksiat. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Eri Cahyadi Ultimatum Hotel di Surabaya: Tak Boleh Ada Lagi Pesta Maksiat. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengultimatum para pengusaha hotel untuk memperketat pengawasan. Dia tak ingin ada kegiatan di hotel yang berbau kemaksiatan.

"Surabaya ini kota yang dibangun dengan syariat agama, jadi kita jangan coreng nama Surabaya dengan hal seperti itu," tutur Eri di Graha Sawunggaling kompleks Balai Kota Surabaya, Jumat (24/10).

Di hadapan lebih dari seratus GM hotel se-Surabaya, Eri mengajak semua pihak untuk berkomitmen dalam menjaga citra Kota Pahlawan. Jangan sampai tercoreng dengan ulah segelintir orang, seperti pesta maksiat.

Sebagai upaya pencegahan, Pemkot Surabaya menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memberikan pelatihan kepada staf agar lebih peka terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan kerja mereka.

"Pelatihan ini, nantinya aka melibatkan beberapa pihak. Selain teman-teman hotel tentunya, juga ada dari pihak kepolisian dan beberapa lembaga lain," imbuh orang nomor satu di Kota Pahlawan tersebut.

Eri Cahyadi juga meminta agar pihak hotel segera melapor ke pihak kepolisian atau 112, apabila mengetahui ada aktivitas mencurigakan. Misalhya, saat satu kamar terpantau dimasuki oleh lebih dari dua atau empat orang.

"Orang kan harus punya insting ketika hotel dimasuki beberapa orang. Itu yang harus dilakukan di semua hotel. Dan komitmen itu yang akan dijaga dan dikerjakan oleh hotel yang ada di Surabaya," beber Eri.

Langkah tersebut perlu diperhatikan, mengingat saat ini, Kota Surabaya tengah mengangkat kembali roda perekonomian lewat event sport tourism, yang membuat beberapa sektor seperti, hotel, juga ikut tumbuh.

Kemudian sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, Surabaya sangat bergantung pada sektor jasa. Karena itu, Eri mengajak pelaku perhotelan menjaga citra Surabaya agar tetap menarik bagi wisatawan. 

"Bagaimanapun pertumbuhan ekonomi Surabaya dipengaruhi betul oleh hotel, sehingga kita harus bersama-sama menjaga agae hotel tetap hidup, tetapi jangan sampai maksiat juga terjadi di sana," pungkas Eri.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore