Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Oktober 2025, 18.26 WIB

Motor Brebet Setelah Isi BBM? Bisa jadi Masalahnya Bukan di Tangki!

Mekanik memperbaiki motor brebet di bengkel di Nginden Surabaya, diduga usai isi pertalite. pertamina Patra Niaga menambah posko aduan motor brebet jadi 17 titik se-Jatim. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Belakangan, fenomena motor tiba-tiba mogok atau brebet setelah mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) di sejumlah daerah di Jawa Timur, menjadi buah bibir di masyarakat.

Menurut Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Ilyas Sofana, penyebab performa mesin kendaraan menurun seperti gejala brebet, tidak melulu karena tangki bahan bakar.

Lantas, apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut beberapa hal yang perlu diketahui: 

1. Kualitas Bahan Bakar Buruk Bisa 

Ilyas menilai penyebab utama motor brebet sering kali berasal dari bahan bakar dengan kualitas rendah, sehingga proses pembakaran tidak berjalan sempurna.

“Sebelum masuk ruang bakar, BBM yang kotor dapat menyumbat injektor akibat inkonsistensi densitas dan viskositas. Akibatnya, aliran bahan bakar tersendat dan muncul gejala brebet,” tutur Ilyas di Surabaya, Jumat (31/10).

2. Endapan di Busi Ganggu Percikan Api

Selain itu, proses pembakaran yang tidak sempurna juga bisa menimbulkan endapan pada elektroda busi. Jika busi kotor dibiarkan, maka percikan api bisa melemah. 

“Busi adalah pemantik utama api. Jika tertutup deposit hasil pembakaran, motor bisa makin brebet,” imbuhnya.

3. Sistem Pengapian Abnormal Bisa Perparah Masalah

Tidak semata-mata karena bahan bakar, Ilyas menyebut gejala brebet pada motor juga bisa disebabkan oleh sistem pengapian yang abnormal. 

“Keduanya saling berhubungan. Sistem pengapian yang abnormal bisa jadi disebabkan oleh bahan bakar yang tak sesuai standar. Jika BBM yang digunakan sesuai manual book kendaraan, keausan komponen pengapian bisa diminimalkan,” ujarnya.

4. Gunakan BBM Sesuai Buku Manual Kendaraan

Oleh karena itu, Ilyas menyarankan pengguna kendaraan untuk membeli bensin dengan Research Octane Number (RON), sesuai rekomendasi di manual book. 

“Kalau di manual book tertulis RON 90, jangan dipaksa pakai RON 92. RON yang tinggi bisa membuat pembakaran tidak sempurna, menimbulkan jelaga karbon, deposit pada busi, hingga emisi gas buang,” tegas Ilyas. 

5. Cara Cek Sumber Masalah Brebet

Untuk mendeteksi penyebabnya, dengarkan apakah brebet terjadi saat motor diam (idle) atau saat digas. Pada motor injeksi, pemeriksaan bisa dilakukan dengan scan tools untuk membaca kode kerusakan.

Sementara untuk motor karburator, pengecekan dilakukan secara manual pada busi, filter bensin, dan saluran bahan bakar.

“Setelah semua normal, bisa coba ganti BBM dengan kualitas lebih baik. Bisa dengan RON lebih tinggi atau tetap sama tapi beda merek,” terang Sekretaris Prodi Teknik Mesin UM Surabaya tersebut. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore