Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 November 2025, 22.02 WIB

Admin Medsos Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Mengundurkan Diri Usai Obrolan Saat Jeda Live Bocor

Percakapan bocor saat jeda live, admin Instagram Wali Kota Surabaya meminta maaf dan mengundurkan diri. (Istimewa) - Image

Percakapan bocor saat jeda live, admin Instagram Wali Kota Surabaya meminta maaf dan mengundurkan diri. (Istimewa)

JawaPos.com - Beredar luas di media sosial, video percakapan tim admin media sosial Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bocor dan terekam saat siaran langsung Instagram sedang dijeda. Hal ini menuai kontroversi di publik. 

Dalam potongan video berdurasi 57 detik, yang diunggah oleh akun TikTok @exploretuban, terdengar suara perempuan bencanda dengan rekan-rekannya membahas konten media sosial Eri Cahyadi.

"Lek kaya gini, Mat (kalau kaya gini, Mat), ini kan videone bagus bapak turun, kita simpen dulu ae. Nek bek-bek besok hujan bisa dipakai, epok-epok keliling," tutur admin perempuan dalam video tersebut. 

Kalimat "epok-epok" yang dalam kosakata di Surabaya berarti pura-pura, langsung ramai dibicarakan warganet.

Banyak yang menilai candaan ini menyudutkan Eri Cahyadi seolah kegiatan yang dilakukan hanyalah rekayasa konten. 

Padahal saat kejadian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tidak mengetahui percakapan tersebut karena sedang meninjau lapangan. Sementara admin perempuan juga tampak tidak sadar bahwa suaranya bocor

“Eh iki lek wis ngene, lak gak metu suarane yo? (Eh ini kalau sudah begini (jeda), kan nggak muncul suaranya ya?)" ucap admin perempuan memastikan suaranya tak terekam. 

Video percakapan tersebut membuat nama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi viral di media sosial. Hingga Minggu (2/11) siang, video yang diunggah akun TikTok @exploretuban sudah ditonton lebih dari 1,6 juta kali. 

Klarifikasi Admin Medsos Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi: Minta Maaf dan Mengundurkan Diri

Tidak berselang lama setelah video percakapannya viral, admin perempuan yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka melalui akun Instagram pribadinya, @heningdzikrillah.

Dalam video klarifikasinya, Hening mengaku ucapannya hanya sebatas candaan internal dengan rekan-rekannya, tanpa maksud merendahkan atau menimbulkan kesan negatif terhadap sang wali kota.

Dalam video tersebut, ia mengaku candaan itu merupakan percakapan pribadi dengan temannya, namun tetap menyadari bahwa ucapannya melanggar standar kerja yang selama ini dipegang oleh Wali Kota Surabaya.

"Dengan penuh penyesalan, saya ingin menyampaikan permohonan maaf. Itu murni kesalahan pribadi saya yang meskipun konteksnya bercanda dengan teman di mobil, tetapi tetap menyalahi aturan standar kerja yang selama ini menjadi prinsip dasar Bapak Walikota," tuturnya. 

Sebagai tanggung jawab moral, Hening memutuskan mundur dari tim media sosial Wali Kota Surabaya. Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dan menjaga kepercayaan publik.

"Tidak ada alasan yang bisa membenarkan kesalahan ini. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dari hati terdalam, dan sebagai bentuk tanggung jawab moral, saya menyampaikan pengunduran diri saya dengan penuh kesadaran dan penyesalan," tukasnya.

Permintaan maaf itu menuai respons positif dari warganet. Tak sedikit yang menyatakan salut dan menilai Hening berjiwa besar.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore