Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 15.05 WIB

Cengkih Surabaya Diduga Terpapar Radioaktif Cesium-137, Terminal Petikemas Pastikan Bongkar Muat Berjalan Normal

Aktifitas bongkar muat petik kemas di terminal petikemas surabaya(TPS) di surabaya. frizal/jawapos

JawaPos.com - Setelah udang beku ekspor, produk cengkih asal Surabaya juga diduga terkontaminasi zat Cesium-137 (CS-137). Temuan ini menambah daftar kontaminasi radioaktif pada produk pangan Indonesia.

Direktur Operasi PT Terminal Petikemas Surabaya, Noor Budiman mengatakan kapal yang membawa kontainer berisi cengkih, yang diduga mengandung zat Cs-137 tiba di TPS pada Sabtu malam (1/11) hingga Selasa (4/11).

Saat kapal tersebut tiba, terdapat tiga kapal yang juga bersandar dan melakukan aktivitas bongkar-muat secara normal. Artinya, aktivitas bongkar muat tetap berjalan sebagaimana mestinya. 

"Jadi pada saat kapal itu sandar, juga sudah ada tiga kapal lain yang berkegiatan sama, bahkan untuk kapal tersebut produktivitasnya lebih cepat dari pada biasanya," ungkap Noor di Terminal Peti Kemas, Surabaya, Selasa (4/11).

Lebih lanjut, Superintenden Komunikasi Korporat dan Hubungan Investor Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Ardiansyah menyebut jajaran berwenang langsung melakukan pemeriksaan ketika kapal pembawa kontainer cengkih tiba.

"Saat kapalnya sandar, petugas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) naik untuk memeriksa. Setelah dinyatakan aman, dilakukan pembongkaran, dan memang untuk prosedur penanganan IMO kelas 1 dan kelas 7," imbuhnya.

Sebagai informasi, ada 9 barang berbahaya dalam dalam maritim internasional (IMO's International Maritime Dangerous Goods Code). Kelas 1 merupakan eksplosif bahan peledak dan kelas 7 adalah bahan radioaktif aktif.

"(Jika dari hasil pemeriksaan Bapeten) menunjukkan kelas 1 bahan peledak dan kelas 7 itu bahan radioaktif, itu memang tidak boleh distack di lapangan penumpukan TPS, truck losing istilahnya," beber Ardiansyah. 

Oleh karena itu, kontainer berisi produk cengkih yang diduga terkontaminasi Cesium-137 langsung dibawa keluar dari area Terminal Petikemas atau truck losing menuju gudang sang pemilik barang tersebut. 

"Jadi truk pemilik barang mengambil, kemudian langsung dibawa keluar. Sebelum dibawa keluar itu sempat diperiksa di Radiation Portal Monitor, diperiksa lagi oleh Bapeten, dan dinyatakan aman kemudian keluar," tukas Ardiansyah. 

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore