Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 November 2025, 03.48 WIB

Begini Penampakan Rumah Warga Supiturang Lumajang Pasca Erupsi Gunung Semeru

Kondisi di dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pasca erupsi Gunung Semeru, Rabu (19/11) lalu. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Kondisi di dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pasca erupsi Gunung Semeru, Rabu (19/11) lalu. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Bencana erupsi Gunung Semeru pada Rabu sore (19/11), menyisakan duka mendalam bagi ratusan warga yang tinggal di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. 

Rumah-rumah mereka hancur disapu awan panas guguran (APG) erupsi Gunung Semeru. Banyak yang porak-poranda, sebagian bangunan nyaris rata dengan tanah dan menyisakkan puing-puing bercampur debu. 

Dari pantauan JawaPos.com di Dusun Gemukmas dan Kamar A Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, puluhan rumah warga tampak rusak parah karena tertimbun material vulkanik Semeru

Tak hanya rumah, ladang hingga sawah milik warga setempat juga ikut lebur. Puing-puing rumah yang berserakan menambah kengerian di kawasan tersebut. Terlebih saat malam hari, sudah seperti desa 'mati'.  

Melangkah lebih dalam, hawa panas begitu terasa di dua dusun tersebut. Material vulkanik, seperti pasir dan batu besar juga memenuhi area pemukiman. Bahkan bongkahan batu berukuran besar masih mengeluarkan asap. 

Sugiha, warga dusun Sumbersari hanya bisa pasrah melihat rumahnya hampir rata dengan tanah. Tersisa atap dengan genteng yang sudah tak berjejer rapi. Ia berhasil selamat, namun tidak dengan barang-barang di rumahnya. 

"Habis. Rumah saya habis tertimbun, nggak ada (barang-barang yang diselamatkan), nggak bisa diambil juga karena semua sudah ketutup (sama material vulkanik Gunung Semeru)," ucap Nisman lirih.

Nasib serupa dialami oleh Husen, warga Dusun Gemukmas. Rumah orang tuanya tertimbun material vulkanik hampir setengah dari tinggi bangunan aslinya. Ia pun berusaha mengamankan barang pribadi yang penting. 

"Ya (nyelamatin) yang kecil-kecil saja, ini saya bawa selimut. Kalau barang yang besar, seperti kursi, meja, nggak bisa, ini saja (material vulkanik) segini (sambil tangan menunjukkan dada)," tutur pria berkulit coklat itu. 

Sebelumnya, terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.

Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melaporkan ada 200 rumah warga rusak. 21 rumah di antaranya mengalami rusak parah. Selain itu, sebanyak 124 hewan ternak, yakni sapi dan kambing juga mati. 

Ratusan warga yang selamat kini bertahan di posko pengungsian, sudah empat hari. Mereka mencoba bertahan sambil menunggu kepastian tentang masa depan tempat tinggal mereka yang 'hilang'. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore