Ketum PBNU Gus Yahya.(Twitter/X @yahyastaquf).
JawaPos.com - Di tengah desakan pemakzulan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), publik menyoroti kerenggangan hubungan antara Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dengan Sekjen Saifullah Yusuf.
Kiai yang akrab disapa Gus Yahya tersebut tak menampik bahwa dirinya sudah lama tidak berkomunikasi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, baik bertemu langsung maupun melalui sambungan telepon.
Gus Yahya berprasangka bahwa Gus Ipul sibuk dengan aktivitasnya sebagai Menteri Sosial RI, sehingga tidak sempat menghubungi dirinya. Namun, ia mengklaim hubungannya dengan mantan Wali Kota Pasuruan itu baik-baik saja.
"Sebetulnya baik-baik saja, mungkin ya perasaan saya, sih, tetapi dia mungkin terlalu sibuk (sehingga) nggak pernah menghubungi saya," tutur Gus Yahya setelah menghadiri rakor PWNU se-Indonesia di Surabaya, Minggu (23/11).
Ketika ditanya awak media kapan terakhir kali berkomunikasi dengan Gus Ipul, kakak kandung dari Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku tidak ingat persis. "Wah, sudah lama sekali," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya mengungkapkan hasil rakor di Surabaya, perwakilan PWNU se-Indonesia yang hadir tidak menghendaki dirinya mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU.
"Pertama-tama mereka mengatakan tidak mau saya mundur. Mereka khawatir saya mundur. Karena mereka dulu memilih saya, mereka akan kecewa kalau saya mundur. Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur," tuturnya.
Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021 - 2025 dalam Muktamar NU ke-34. Artinya, ia sebenarnya masih memiliki sekitar 1 tahun untuk memimpin organisasi islam terbesar di Indonesia ini.
"Karena saya mendapatkan amanat dari Muktamar 34 yang lalu untuk 5 tahun. Akan saya jalani selama 5 tahun. Insyaallah saya sanggup. Saya tidak terbersit pikiran untuk mundur," pungkas Gus Yahya.
Sebelumnya, isu pemakzulan Gus Yahya dari jabatannya sebagai Ketum PBNU mencuat setelah Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang berlangsung di Hotel Aston City, Jakarta pada Kamis (19/11).
Dalam rapat yang dihadiri oleh 37 dari 53 Pengurus Harian Syuriyah PBNU tersebut disimpulkan bahwa Gus Yahya harus mundur atau diberhentikan. Salinan risalah rapat tersebar luas di media sosial.
Risalah yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memuat lima poin. Pada poin terakhir, ditegaskan bahwa Gus Yahya diwajibkan mundur dari jabatan ketum PBNU segera dalam tiga hari.
”Jika dalam waktu 3 hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” bunyi risalah rapat tersebut.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
