Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Desember 2025, 20.10 WIB

Hujan Petir di Gresik Menyebabkan Korban Jiwa

Wilayah Desa Ngampel Kecamatan Balongpanggang dilanda hujan petir pada Selasa (9/12) sore kemarin. Situasi tersebut memakan seorang korban jiwa akibat sambaran petir. (Ludry Prayoga/ Jawa Pos) - Image

Wilayah Desa Ngampel Kecamatan Balongpanggang dilanda hujan petir pada Selasa (9/12) sore kemarin. Situasi tersebut memakan seorang korban jiwa akibat sambaran petir. (Ludry Prayoga/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Wilayah Desa Ngampel Kecamatan Balongpanggang dilanda hujan petir pada Selasa (9/12) sore kemarin. Situasi tersebut memakan seorang korban jiwa akibat sambaran petir. BPBD Gresik pun kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk hingga sepekan mendatang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Bermula saat dua orang petani yakni Karso (57) dan Tari (60) beraktivitas di sawah. "Membersihkan lahan untuk menanam tebu," ujar Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Maryanto. 

Pasca hujan turun, keduanya hendak berteduh di bawah pohon sembari membawa cangkul. Sayangnya, sambaran petir mendadak muncul hingga mengenai kedua korban. Warga yang melihat langsung berusaha menyelamatkan korban. "Kedua korban terbaring di tepi sawah," ungkapnya.

Sayangnya, korban Karso sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Tari dalam kondisi pingsan. "Masih menjalani perawatan intensif di RS Wali Songo," tandas Wiwit. 

Terpisah, Ketua BPBD Gresik Sukardi kembali menghimbau masyarakat tentang potensi cuaca buruk. Dalam sepekan ke depan, diprediksi terjadi hujan lebat disertai petir pada sore hari. "Juga berpotensi memicu angin kencang maupun banjir luapan sungai," paparnya.

Setidaknya, hampir seluruh wilayah Kota Pudak ikut terdampak. Hal tersebut disebabkan kondisi angin yang cenderung bergerak dari arah barat dengan kecepatan rata-rata 44 kilometer per jam. "Juga berpotensi memicu gelombang tinggi. Sehingga harus berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah saat hujan turun," pesannya.

Sebelumnya, angin puting beliung melanda wilayah Driyorejo pada akhir pekan lalu. Akibatnya, 80 rumah di Desa Karangandong rusak. Demikian halnya 35 rumah di Desa Banjaran. "Mayoritas pada bagian atap, saat ini sudah dilakukan perbaikan," ujar Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore