Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Desember 2025, 18.40 WIB

Empat Hari Buron, Begal Sadis Pembacok Anggota Polres Lumajang Tewas Ditembak

Seorang spesialis curanmor, ASF, yang membacok anggota Polres Lumajang, tewas ditembak mati oleh Tim Jatanras Polda Jatim, Pasuruan, Minggu malam (14/12). (Radar Bromo) - Image

Seorang spesialis curanmor, ASF, yang membacok anggota Polres Lumajang, tewas ditembak mati oleh Tim Jatanras Polda Jatim, Pasuruan, Minggu malam (14/12). (Radar Bromo)

JawaPos.com-Begal sadis yang membacok anggota Polres Lumajang, Aiptu Susanto Kurniawan, hingga kritis, berakhir tragis. Pelaku, Agus Sulaiman Fadeli alias ASF, tewas ditembak mati polisi, Minggu malam (14/12). Pemuda 30 tahun asal Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang ini, dikenal sebagai spesialis pencurian dengan kekerasan (curas). Ia kerap beraksi di Lumajang, Jember, dan Probolinggo. 

"Pelaku ini spesialis yang sangat meresahkan di wilayah Lumajang, Jember dan Probolinggo, dan setiap beraksi ya menggunakan sajam," ucap Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, Senin (15/12).

Bahkan, ASF bersama rekannya, Hasan alias MH, tega membacok anggota Polres Lumajang, yang hendak menangkapnya di Jalan Gajah Mada, Lumajang, Kamis (11/12). Polisi tersebut mengalami kritis akibat luka parah di perutnya. Tak sampai 24 jam, MH diamankan Satreskrim Polres Lumajang, sementara ASF kabur dan berpindah-pindah tempat. Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan Polres Lumajang pun langsung memburunya. 

Pada Minggu (14/12), Tim Jatanras Polda Jatim menerima informasi keberadaan ASF di Pasuruan dan langsung membuntuti. Namun ketika hendak ditangkap, pelaku melawan menggunakan senjata tajam. "Pukul 23.00 kita ikuti dan berhasil melakukan penangkapan. Di wilayah seputaran Apollo, yang bersangkutan melakukan perlawanan, dia bawa sajam, anggota langsung melakukan tindakan tegas," imbuh AKPB Jumhur.  

Saat diamankan, ASF sedang bersama satu orang teman. ASF berhasil dibekuk meski dalam keadaan tidak bernyawa, sementara temannya berhasil kabur. Jenazah ASF langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Surabaya. 

Terakhir, AKBP Jumhur mengungkapkan bahwa ASF adalah seorang residivis. Ia mondar mandir keluar masuk penjara dengan kasus yang sama, yakni pencurian dengan kekerasan di Lumajang dan Probolinggo. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore