Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Desember 2025, 01.32 WIB

Diikuti 174.858 peserta, SMA Awards Jadi Event Prestisius di Jatim

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Aries Agung Paewai mengapresiasi adanya kategori khusus di SMA Awards. Salah satunya, school food care (SFC) dalam rangka mewujudkan sekolah yang peduli pada gizi. - Image

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Aries Agung Paewai mengapresiasi adanya kategori khusus di SMA Awards. Salah satunya, school food care (SFC) dalam rangka mewujudkan sekolah yang peduli pada gizi.

JawaPos.com - SMA Awards terus menjadi event prestisius yang dinanti siswa dan pendidik di Jawa Timur. Tahun ini, pendaftarnya mencapai 174.858 siswa SMA. Mereka merupakan siswa kelas 1, 2, 3 serta cabang dinas yang tersebar di seluruh Jatim yang mengikuti total 25 kategori lomba dan 5 kategori khusus.

Pendaftaran dibuka pada akhir Juli lalu. Penilaian dilakukan oleh para juri yang terdiri atas pakar serta dosen perguruan tinggi. Dari ratusan ribu pendaftar, disaring lima karya atau peserta terbaik pada tiap kategori. Kemudian diambil tiga terbaik yang merupakan pemenang utama.

Awarding bakal berlangsung 23 Oktober. Pemenang akan mendapatkan sertifikat dan piala yang diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Aries Agung Paewai.

Aries mengatakan, SMA Awards 2025 dilangsungkan sebagai wadah para siswa SMA negeri dan swasta se-Jatim berkompetisi. Dengan begitu, mereka memiliki dorongan untuk terus mengembangkan potensinya.

"Ini juga sebagai kesempatan bagi para peserta didik untuk menuang kan ide dan gagasan yang mereka miliki. Mereka juga lebih percaya diri dalam menuangkan gagasan tersebut. Kreativitas juga selalu terpacu," tutur Aries.

Event itu sekaligus wujud nyata upaya Dispendik Jatim menyongsong Indonesia Emas 2045 demi mem persiapkan SDM mumpuni. Maka, pendidikan di Indonesia harus terus bertransformasi dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satunya dengan Kurikulum Nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Aries Agung Paewai mengapresiasi adanya kategori khusus di SMA Awards. Salah satunya, school food care (SFC) dalam rangka mewujudkan sekolah yang peduli pada gizi.

Kurikulum Nasional menekankan pada pengembangan karakter siswa salah satunya dengan memaksimalkan minat dan bakat. Maka, dibutuhkan lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka. "Melalui SMA Awards, siswa tak hanya pintar dalam belajar dan lini akademik. Namun menemukan potensi-potensi baru sebagai bekal kehidupan," ujar Aries.

Aries juga berbangga karena tahun ini animo peserta sangat tinggi. Total pendaftar mencapai 174.858 siswa dari berbagai sekolah. Jumlah tersebut naik tajam dari tahun lalu 36.232 dengan prosentase kenaikan melebihi 100 persen. Hal itu makin membuktikan, bahwa SMA Awards 2025 bukan sekadar ajang perlombaan. Tapi juga perayaan, eksplorasi diri, semangat, inovasi, dan wujud tekad luar biasa para generasi muda.

Hadirkan Kategori Khusus

Inovasi terus dilakukan untuk makin memberikan warna di SMA Awards 2025. Salah satunya dengan diadakannya Kategori Khusus. Terdapat beberapa Kategori Khusus yang baru dibuka tahun ini. Yakni, school food care (SFC), revitalisasi perpustakaan, dan toilet bersih.

"Tujuan kami mengadakan kategori SFC adalah untuk mendorong sekolah menjadi labo-ratorium alam atau tempat pem belajaran outdoor, sekolah sebagai wisata edukasi, melatih entre preneur, membantu tumbuh kembang anak, dan memanfaatkan tempat kumuh menjadi bersih, indah serta tertata," ujar Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jatim Suhartatik SPd MPsi.

Ada 29 lembaga yang di SK-kan oleh kepala dinas sebagai uji coba dan percontohan SFC. Dari 29 lembaga ada beberapa yang sudah diresmikan oleh kepala dinas Provinsi Jawa Timur. Di antaranya, SMAN 2 Ngawi; SMAN 3 Batuan, Kabupaten Sumenep; SMAN 1 Tanggul, Kabupaten Jember; SMAN 1 Dampit, Kabupaten Malang: SMAN 12 Surabaya; SMAN 1 Pandaan; SMA 1 Karangan, Kabupaten Treng-galek; SMA Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, SMAN 2 Lamongan, dan SMAN 3 Bojonegoro.

Sementara itu kategori perpus-takaan menjadi upaya mendorong sekolah dalam mengelola, mengem bangkan, dan memanfaatkan perpustakaan secara optimal. Sekolah harus menunjukkan upaya revi-talisasi baik secara fisik, manajerial, maupun pemanfaatan teknologi. Serta, revitalisasi harus mencangkup buku cetak dan digital.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore