
Suasana malam di Tunjungan Romansa tanpa parkir tepi jalan umum (TJU). Pengunjung menikmati malam dengan kulineran atau berkumpul bersama pasangan, sahabat, dan keluarga. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - 2025 menjadi puncak konflik antara juru parkir (jukir) liar dengan konsumen di Surabaya. Konsumen yang selama bertahun-tahun hanya bisa nggerundel, mendesak Pemkot Surabaya untuk bertindak.
Maraknya jukir liar memang masih menjadi tantangan Pemkot Surabaya yang perlu dituntaskan segera. Praktik ini jelas meresahkan sekaligus merugikan masyarakat.
Para Jukir ini kerap mengetok tarif lebih tinggi dari tiket yang tertera di karcis. Di Surabaya, keberadaan parkir liar mudah ditemukan di kawasan yang ramai, seperti tempat wisata dan pusat perbelanjaan.
Pemkot Surabaya tidak tinggal diam. Sepanjang 2025, berbagai kebijakan dikeluarkan untuk memberantas parkir liar di Kota Pahlawan. Mulai dari kewajiban parkir minimarket gratis hingga penerapan sistem parkir digital.
Pada pertengahan tahun 2025, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyegel halaman parkir puluhan minimarket karena membiarkan praktik parkir liar. Langkah itu menimbulkan kontroversi dan perbincangan publik.
Video Eri saat sidak penertiban jukir liar di minimarket pun viral di media sosial dan mendapat beragam respons dari masyarakat. Ada yang mendukung, ada pula yang kontra karena dinilai membebani pengusaha.
"Yang saya tutup adalah tempat parkirnya karena tidak ada jukir resmi. Kalau tidak ada tempat parkir, pembeli mau parkir dimana. Maka teman-teman toko modern ini juga menutup tokonya,” tutur Eri pada awal Juni 2025.
Untuk mengatasi praktik parkir liar, Eri meminta setiap minimarket yang beroperasi di Kota Pahlawan untuk menyediakan jukir resmi dan mengenakan seragam rompi logo perusahaan.
Jika tak patuh, Pemkot tidak segan untuk menyegel lahan parkir minimarket, sebagaimana yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) tentang Penyelenggaraan Tempat Parkir, tertanggal 2 Juni 2025.
Kabar baiknya, tujuh minimarket atau toko modern yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO) Kota Surabaya, sepakat untuk menggratiskan parkir bagi pelanggan.
"Dari awal kami hadir dengan komitmen toko komunitas yang menyediakan lahan parkir gratis," ucap perwakilan APRINDO Surabaya, Romadhoni usai mengikuti forum pengusaha minimarket se-Surabaya, Rabu (18/6).
Adapun tujuh toko modern atau minimarket di Surabaya yang tergabung dalam APRINDO, di antaranya Alfamart, Alfamidi, Lawson, Indomaret, Circle K, K-Mart, Family Mart. Toko-toko tersebut tak menarik biaya parkir.
Sesuai dengan arahan Eri Cahyadi, para pengusaha toko modern anggota APRINDO juga berkomitmen mematuhi aturan yang berlaku. Mereka siap menyediakan petugas parkir resmi.
"Ketika ada jukir yang masih menerima pungutan, lebih baik jangan (diberikan), karena budaya (parkir) gratis tetap diterapkan di minimarket kami. Kalau memaksa, laporkan ke 112," tukas Ramadhoni.
Berbicara tentang Jalan Tunjungan, selain dikenal sebagai kawasan wisata dan perbelanjaan, satu hal yang kerap terlintas di benak warga Surabaya adalah kemacetan yang nyaris tak terelakkan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
