Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2026, 04.40 WIB

Surabaya Masih Nihil Kasus Superflu, Warga Diminta Tetap Waspada dan Jaga Kesehatan

Ilustrasi cowok yang  terkena super flu. (Freepik/prostooleh) - Image

Ilustrasi cowok yang terkena super flu. (Freepik/prostooleh)

JawaPos.com - Kabar merebaknya virus influenza varian H3N2 Subclade K atau yang populer disebut “Superflu” di sejumlah daerah Indonesia, tengah menyita perhatian publik dan memicu kekhawatiran berbagai pihak.

Bagaimana tidak, Kementerian Kesehatan RI telah mengonfirmasi keberadaan virus ini sejak 25 Desember 2025 melalui analisis whole genome sequencing di Balai Besar Laboratorium Kesehatan.

Hingga awal Januari 2026, terdapat 62 kasus Superflu yang terdeteksi di delapan provinsi, di antaranya Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Yogyakarta.

Kasus Superflu terbanyak ada di Jawa Timur dengan 23 kasus. Disusul Kalimantan Selatan dengan 18 kasus, dan Jawa Barat dengan 10 kasus. Virus baru ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan hingga saat ini, belum ada laporan kasus Superflu di Kota Pahlawan. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan diri.

"Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada warga yang merayakan libur Nataru, baik di tempat hiburan lokal maupun yang baru kembali dari luar negeri," tutur Eri, Rabu (7/1).

Bagi masyarakat yang baru saja pulang dari perjalanan dari luar negeri, wajib menjalani skrining kesehatan, terutama suhu tubuh. Ini dilakukan sebagai deteksi dini dan menekan penyebaran virus Superflu.

Sementara untuk mobilitas dalam negeri, Eri Cahyadi mengingatkan warga yang melakukan perjalanan selama libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 agar tetap waspada serta disiplin menjaga kesehatan.

"Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri. Jika merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat," imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya menyiagakan puskesmas dan memperkuat koordinasi dengan rumah sakit. Fasilitas kesehatan diminta segera melapor jika ditemukan pasien bergejala Superflu.

"Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu (yang mengarah pada virus Superflu), harus segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan," tukas Wali Kota Surabaya dua periode ini.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore