
Ilustrasi warga miskin di perdesaan. BPS Jawa Timur mengungkap ada nyaris 4 juta warga Jawa Timur yang masih berstatus miskin. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Provinsi Jawa Timur belum sepenuhnya keluar dari jeratan kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, sepanjang 2025, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur hampir mencapai 4 juta jiwa.
"Kami mencatat jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada 2025 mencapai 3,876 juta jiwa atau presentasenya setara dengan 9,50 persen dari total jumlah penduduk," tutur Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli di Surabaya, Jumat (9/1).
Capaian tersebut hampir menyentuh ambang 10 persen yang kerap dikaitkan dengan kemiskinan kronis.
Hal ini tentu saja menjadi PR besar yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
“Untuk menyusun kebijakan, data yang akurat dan rinci sangat dibutuhkan. Perlu dikaji lebih dalam tentang karakteristik penduduk miskin, mulai dari aspek demografi, pendidikan, kesehatan hingga perumahan,” lanjutnya.
Dari sisi demografi, karakteristik penduduk miskin yang perlu dikaji adalah jenis kelamin kepala rumah tangga, usia, status perkawinan, kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), akta kelahiran anak, dan bidang pekerjaan.
BPS mencatat, proporsi kepala rumah tangga miskin laki-laki di wilayah perkotaan lebih rendah dibandingkan perdesaan.
Sebaliknya, persentase kepala rumah tangga miskin perempuan di desa justru lebih kecil dibandingkan kota.
Jika ditinjau berdasarkan kelompok umur, kepala rumah tangga miskin dibagi menjadi empat kategori: <30 tahun, 30 - 44 tahun, 45 - 59 tahun, dan >60 tahun.
tahun 2025, kepala rumah tangga miskin didominasi kelompok usia 60 tahun ke atas yang persentasenya mencapai 34,34 persen.
"Namun, persentase KRT miskin berusia 60 ke atas kota sebesar 32,35 persen, lebih rendah daripada di desa yang mencapai 35,74 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan pada kelompok usia lanjut membutuhkan pendekatan dan kebijakan khusus,” imbuhnya.
Lebih lanjut, jika mengacu pada status perkawinan, BPS mencatat kepala rumah tangga penduduk miskin di Jawa Timur didominasi oleh mereka yang berstatus kawin, yakni 83,75 persen.
Disusul dengan status cerai mati sebesar 12,63 persen, cerai hidup 2,30 persen, dan belum kawin 1,27 persen. Secara umum, pola status perkawinan di perkotaan dan perdesaan relatif serupa.
Namun, persentase kepala rumah tangga miskin di Jawa Timur dengan status belum kawin dan cerai mati lebih besar di kota, sementara kepala rumah tangga miskin berstatus kawin lebih dominan di desa.
Sedangkan berdasarkan jenis pekerjaan, penduduk miskin di Jatim tergolong beragam. Mayoritas bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan persentase 55,53 persen, disusul bidang konstruksi 11,78 persen dan perdagangan 8,31 persen.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
