Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2026, 00.33 WIB

18 Warga Jawa Timur Positif Superflu, Pasien Didominasi Anak dan Remaja

Ilustrasi seseorang yang terkena flu. (pexels/Photo by Photo By: Kaboompics.com) - Image

Ilustrasi seseorang yang terkena flu. (pexels/Photo by Photo By: Kaboompics.com)

JawaPos.com - Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan penyebaran virus influenza varian H3N2 Subclade K atau yang populer disebut Superflu. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Erwin Ashta Triyono mengatakan selama periode akhir 2025, belasan orang di Jatim terdeteksi terpapar virus Superflu, dengan pasien didominasi usia muda.

"Dari hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif (Superflu) dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja," tutur Erwin, Jumat (9/1).

Ia mengatakan proporsi antara pasien laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Dari hasil pemantauan terhadap 18 kasus Superflu, seluruh pasien dipastikan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Oleh karena itu, Dinkes Jatim memantau pasien serta kontak erat melalui puskesmas. Saat ini kondisi pasien superflu di Jawa Timur membaik dan sembuh, meski sebelumnya ada yang sempat dirawat di rumah sakit.

"Dari hasil laporan aplikasi NAR (New All Record) terdapat 1 pasien (Superflu) yang dirawat di RSUD dr Syaiful Anwar Malang di bulan September 2025 Dan saat ini pasien sudah sembuh," imbuhnya.

Lebih lanjut, Erwin menuturkan bahwa pasien superflu di Jawa Timur mengalami gejala, seperti demam di atas 38 derajat Celsius, batuk, dan pilek, dengan dampak penyakit yang serupa influenza pada umumnya.

"Maka pasien memerlukan istirahat dan asupan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk pengobatan kasus Superflu ditanggung pemerintah, dengan catatan pasien berobat dengan skema BPJS," terang Erwin.

Untuk mencegah penyebaran virus Superflu, Dinkes Jawa Timur melakukan berbagai upaya preventif. Di antaranya pemantauan rutin surveilans Influenza Like Illnes (ILI) dan Severe Acure Respiratoy Syndrome (SARI).

Dinkes Jatim juga melakukan koordinasi intensif dengan Kemenkes dan BBLKM Surabaya. Skrining ketat dilakukan kepada masyarakat yang tiba di Jawa Timur, baik yang datang dari luar kota maupun luar negeri.

"Edukasi kesehatan juga terus digencarkan melalui penerapan etika batuk, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta vaksin influenza, utamanya bagi kelompok rentan, seperti balita, lansia," tukas Erwin.

Selain Jawa Timur, kasus Superflu juga terdeteksi di 7 provinsi lainnya, yakni Provinsi Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore