
KRL Supas ruter Surabaya - Pasuruan yang bakal diperpanjang hingga Probolinggo. (Istimewa)
JawaPos.com-Kabar baik bagi warga Jawa Timur, konektivitas transportasi berbasis rel bakal makin diperpanjang. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama KAI Commuter tengah mematangkan rencana perpanjangan layanan Commuter Line Supas atau KRL Surabaya - Pasuruan (Supas) sampai ke Probolinggo.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda, menyampaikan bahwa pengembangan layanan ini merupakan bagian dari komitmen KAI Commuter mendukung transportasi publik terintegrasi di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
“Dengan adanya penambahan lintas layanan ini, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur, khususnya di wilayah yang akan dilalui,” ujar Karina dalam keterangannya, Jumat (16/1).
Dia membeberkan sejak pertama beroperasi di Jawa Timur pada 2022, KRL Supas terus mencatat pertumbuhan pengguna yang stabil. Saat ini, rata-rata penumpang harian mencapai 4.417 orang, dengan total bulanan sekitar 130–140 ribu pengguna.
Dengan rencana perpanjangan ini akan mengubah relasi Commuter Line Supas dari Surabaya–Pasuruan menjadi Surabaya–Pasuruan–Probolinggo. Selain itu, kata dia, jarak tempuh pun bertambah signifikan, dari 63 kilometer menjadi 101 kilometer.
"Tak hanya memperluas jangkauan, kebijakan ini juga diarahkan untuk meningkatkan layanan KA Lokal bersubsidi (PSO) yang selama ini hanya berakhir di Stasiun Pasuruan," beber Karina.
Lebih lanjut Karina juga menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap rencana tersebut sangat tinggi. Berdasarkan survei KAI Commuter, 100 persen responden di Probolinggo menyatakan berminat menggunakan layanan Commuter Line dengan potensi penumpang baru diperkirakan mencapai 304 orang per hari.
“Stasiun Probolinggo memiliki potensi tertinggi karena lokasinya strategis, berada di pusat kota dan dekat dengan kawasan industri, perkantoran, sekolah, hingga destinasi wisata,” jelasnya.
Dari sisi infrastruktur, Stasiun Probolinggo saat ini telah memiliki empat jalur pelayanan dan dua jalur stabling. Sejumlah peningkatan fasilitas juga tengah direncanakan, mulai dari penambahan kanopi peron, perluasan ruang tunggu, hingga penambahan petugas operasional, keamanan, dan kebersihan demi menjaga standar pelayanan pengguna.
Dukungan penuh juga datang dari DJKA Kementerian Perhubungan. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, memastikan pihaknya terus mengawal proses persiapan agar layanan ini dapat segera beroperasi.
“Kami telah berkoordinasi dengan KAI Commuter untuk memastikan seluruh kelengkapan pelayanan penumpang sesuai regulasi terpenuhi. Jika seluruh persyaratan sudah lengkap, kami akan mendorong operator segera mengajukan izin operasi,” jelas Arif.
Agar tarif tetap ramah di kantong masyarakat, DJKA juga memastikan subsidi PSO akan dikucurkan untuk layanan Commuter Line Supas hingga Probolinggo. Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo dilakukan guna menyiapkan integrasi transportasi lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata. “Kami berharap seluruh proses persiapan ini berjalan lancar sehingga layanan Commuter Line Surabaya–Probolinggo dapat segera dinikmati masyarakat,” pungkas Arif. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
