Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2026, 20.05 WIB

Harap-harap Cemas Korban Curanmor Mencari Motor di Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya

Dinda dan Raka, korban curanmor yang antusias datang ke Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya, Rabu (21/1). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Dinda dan Raka, korban curanmor yang antusias datang ke Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya, Rabu (21/1). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ratusan warga antusias mendatangi Bazar Ranmor di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (21/1). Mereka datang dengan harapan sama: bawa pulang motor sepeda motor miliknya yang sempat dicuri.

Sebagai informasi, Bazar Ranmor yang digelar Polrestabes Surabaya terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama pada 21 - 24 Januari 2026, dan sesi kedua pada 26 - 30 Januari 2026. Setiap sesinya dibuka pukul 08.00 - 15.00 WIB.

Sebanyak kurang lebih 1.050 kendaraan bermotor terparkir rapi, menunggu dijemput pemiliknya. Persyaratan pengambilan kendaraan cukup mudah, tinggal datang langsung ke Mapolrestabes Surabaya.

Kemudian pemilik kendaraan membawa persyaratan berupa bukti pendukung kepemilikan seperti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Lembar Tilang.

Dinda Dia, warga Gubeng, Surabaya, terlihat mondar-mandir melihat kendaraan motor di Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya, Rabu (21/1). Meskipun namanya tak ada di daftar, ia antusias datang sejak pukul 07.00 WIB.

"Tahu ada Bazar Ranmor dari sosial media. Nggak ada nama saya di daftar, tetapi ya coba saja mbak, karena katanya ada beberapa motor yang belum teridentifikasi, semoga ketemu," ucap Dinda kepada JawaPos.com, Rabu (21/1).

Dokumen-dokumen bukti kepemilikan kendaraan pun ia bawa dalam amplop coklat berukuran sedang. "Untuk jaga-jaga, mbak, siapa tahu masih rezeki dan ketemu," imbuhnya dengan raut wajah harap-harap cemas.

Perempuan berjilbab dengan tinggi kurang lebih 150 cm tersebut bercerita bahwa motor kesayangannya hilang di salah satu rumah sakit swasta kawasan Gubeng, yang juga tempat kerjanya.

"Motor saya Honda Beat. Pulang kerja sudah gak ada, itu sekitar bulan September 2025. Saya langsung lapor ke Polsek Gubeng. 3 hari kemudian, pelakunya ditangkap, tetapi motor saya katanya sudah dijual ke penadah," ucapnya.

Sementara itu, Muhammad Ilham Rakanda, warga Wonorejo bersyukur sepeda motor kesayangannya bisa kembali ke tangan, setelah sempat dicuri oleh salah seorang karyawannya sendiri.

"Jadi tanggal 13 Januari 2025 kemarin, motor saya dicuri oleh karyawan saya. Bahkan STNK, ponsel, dan dompet yang saya taruh di box motor itu ikut dibawa kabur sama dia," ucap laki-laki berambut ikal itu.

Raka bergegas membuat laporan kehilangan di Polsek Rungkut. Dalam waktu 24 jam, anggota Polsek Rungkut berhasil meringkut pelaku yang mencuri motor tersebut di Grobogan, Jawa Tengah.

"Ternyata motor saya dibawa pulang ke kampung halamannya di Grobogan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolrestabes Surabaya, Kapolsek Rungkut, alhamdulillah motor saya kembali," tukas laki-laki 22 tahun itu.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore