Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Januari 2026, 23.23 WIB

Sembako Mulai Aman, Warga Bawean Masih Kesulitan

Warga Pulau Bawean kesulitan mendapatkan bahan pokok meski kondisi mulai membaik. (Galih Wicaksono/ Jawa Pos) - Image

Warga Pulau Bawean kesulitan mendapatkan bahan pokok meski kondisi mulai membaik. (Galih Wicaksono/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Sudah dua pekan terakhir, warga Pulau Bawean merasakan sulit dan mahalnya mendapatkan bahan pokok. Meski kemarin (27/1) kondisinya mulai berangsur membaik, keberadaan gas elpiji 3 kilogram masih dirasakan langka.

Muhammad Fadzli, seorang warga Bawean, mengatakan bahwa saat ini sejumlah bahan pokok mulai berangsur normal. Stoknya sudah mulai tersedia di pasaran, harganya pun mulai kembali menurun. “BBM masih ada, masih aman,” ucapnya.

Namun, dirinya hampir susah menemukan tabung-tabung gas elpiji di toko-toko. Jika pun ada, harganya paling murah Rp 35 ribu. “Elpiji sangat sulit, di toko-toko tidak ada,” katanya.

Menipisnya stok kebutuhan pokok bagi warga Bawean itu karena distribusi terhambat akibat cuaca buruk. Meski begitu, beberapa waktu lalu Pemkab Gresik mengirimkan sejumlah kebutuhan pokok ke Pulau Puteri itu.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Darmawan, mengatakan bahwa sejauh ini stok sembako di Bawean berangsur membaik. Sebab, kapal yang berlayar beberapa waktu lalu sekaligus mengangkut bahan pokok.

“Insyaallah aman, kemarin ada kapal juga mengirimkan bahan pokok. Termasuk gas, insyaallah aman,” ujarnya.

Dirinya tidak menampik bahwa stok bahan pokok di Bawean sempat menurun. Penyebabnya, kapal dari Pelabuhan Gresik berhenti beroperasi akibat cuaca buruk. Saat itu, penyebrangan dibantu dengan keberangkatan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (son)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore