
Almarhum Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono saat mengantarkan Eri Cahyadi-Armuji mendaftar sebagai kandidat paslon Pilwali Surabaya tahun 2024. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Kabar meninggalnya Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono di Jakarta pada Selasa malam (10/2), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.
Semasa hidup, politikus yang akrab disapa Awi ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah. Hal ini diamini oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.
"Segenap jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mengucapkan belasungkawa dalam-dalamnya. Mudah-mudahan arwahnya diterima di sisi Allah SWT," ucap Cak Ji, sapaan akrabnya, Rabu (11/2).
Cak Ji mengaku sudah mengenal Awi cukup lama, sejak 2010. Baginya, almarhum merupakan sosok yang ramah, ringan tangan, dan mudah berbaur. Di dunia politik, Awi juga menjadi teladan bagi kader PDI Perjuangan Surabaya.
"Pak Awi orangnya sangat baik, juga suka menolong, terus dalam politik pun orangnya sangat akrab dan mengakomodir apa yang menjadi keluhan teman-teman," kenang politisi senior tersebut.
Cak Ji mengatakan bertemu terakhir dengan Awi saat Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta pada 12 Januari 2026. Saat itu, ia tidak mengetahui bahwa Awi sedang menjalani perawatan medis.
"Kalau nggak salah barengan sama rakernas. Dia juga ikut rakernas. Tahu-tahu dia sudah di Jakarta. Terakhir pada saat Rakernas itu ketemu. Pak Awi orang baik, orangnya supel sama semua orang," ucap Cak Ji.
Ketika ditanya soal sosok yang akan menggantikan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya, Cak Ji enggan berkomentar. "Soal itu nggak perlu diomongin dulu ya," ujarnya singkat.
Sudah lebih dari satu dekade, politikus dengan pemilik nama lengkap, Dominikus Adi Sutarwijono malang melintang di panggung politik Surabaya. Awi lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968.
Awi menuntaskan studi sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya. Sebelum berkiprah di politik, ia lebih dulu membangun karier profesional sebagai jurnalis.
Perjalanan jurnalistik Awi diawali di Harian Surya pada 1996 - 2000. Ia kemudian bergabung dengan Majalah Tempo selama 1999 - 2003. Di tahun yang sama (2003), Awi resmi bergabung dengan PDI Perjuangan.
Bersama PDI Perjuangan, karir politik Awi cukup mentereng. Ia menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) pada 2012 untuk periode 2009 - 2014.
Sejak saat itu, karier politik Awi terus berkembang dan mendapat kepercayaan publik. Ia pun terpilih sebagai anggota DPRD Surabaya lagi pada Pemilu 2014, lalu kembali dipercaya pada Pemilu 2019 dan 2024.
Di internal partai, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, seperti Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya.
Puncaknya Awi dipercaya menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya selama dua periode, yakni 2019-2024 dan 2024-2029.
