Pembeli melihat-lihat koleksi gamis bini orang yang dijual pedagang di Pasar Kapasan Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Viralnya gamis bini orang sebagai tren busana Lebaran 2026, membawa berkah bagi pedagang busana muslim di Pasar Kapasan, Jalan Kapasan Kidul, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.
Meski sekilas namanya terdengar nyeleneh, gamis bini orang justru memiliki desain yang sederhana, tanpa banyak aksen berlebihan seperti payet, bordir mencolok, atau potongan asimetris ekstrem.
Ciri khasnya terletak pada bagian rok yang dibuat bertingkat dengan detail lengkungan, sehingga tampak jatuh dan anggun. Dari sisi bahan, gamis ini biasanya menggunakan kain rayon, silk, atau jersey yang ringan dan adem.
Dari pantauan JawaPos.com, suasana lorong Pasar Kapasan tampak ramai dipadati pembeli. Deretan toko busana muslim memajang gamis aneka warna dan model, sementara pedagang sibuk melayani tawar-menawar.
Beberapa lapak terlihat menonjolkan gamis berdesain simpel dengan potongan longgar dan rok berlayer di etalasenya. Model yang dijuluki gamis bini orang ini digadang-gadang bakal menjadi tren busana musim Lebaran 2026.
Salah satu pedagang busana muslim di Pasar Kapasan, Siti Aminah, 46 tahun, mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, gamis bini orang banyak dicari kalangan muslimah setelah tren di media sosial.
"Gamis yang banyak dicari model Binor (bini orang), itu paling laris. Ada juga Gamis rompi lepas. Sekarang sudah ramai, tapi biasanya puncak orang berbelanja itu H-7 lebaran," tuturnya kepada JawaPos.com, Jumat (27/2).
Harga gamis bini orang pun beragam, tergantung model dan bahan busananya. Aminah menjual gamis Bini Orang bahan chiffon dengan harga Rp 175 ribu, sementara bahan silk dibanderol Rp 145 ribu.
"Harganya macam-macam, tergantung bahan. Bahan jersey, harganya Rp 265 Ribu, bahan chiffon Rp 175 Ribu. Yang paling laris bahan jersey, soalnya adem dan model simpel, tetapi cantik-cantik warnanya," imbuh Aminah.
Pedagang lain, Dewiyanti, 51 tahun, juga mengatakan bahwa tahun ini, banyak muslimah yang datang ke Pasar Kapasan untuk melihat-lihat, membeli model gamis hini orang dan gamis rompi lepas.
"Kalau tahun kemarin (2025) nggak ada spesifik tren, random saja gamis yang laku, tergantung yang mau beli. Kalau tahun ini yang ramai ya ini (gamis bini orang) sama gamis rompi," ucap Dewiyanti.
Perempuan setinggi kurang lebih 150 cm itu mengaku hanya berjualan secara offline di Pasar Kapasan. Ia berharap tren busana gamis bini orang menjelang Lebaran 2026 ini dapat meningkatkan penjualannya.
"Sebenernya dibanding sama tahun lalu, sama saja, ya. Nggak ada peningkatan spesifik. Yang beda ya itu, tahun ini ada tren gamis bini orang, yang dicari-cari sama orang dan paling laris belakangan ini," imbuhnya.
Untuk harganya pun sama, Dewiyanti menjual gamis bini orang dengan berbagai harga, tergantung model dan bahan busana. Untuk bahan ceruti dibanderol Rp 175 ribu, sementara model bordir dibanderol Rp 245 Ribu.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
