
Jumpa pers Kantar, Google dan Samsung terkait tren pemanfaatan teknologi AI di Indonesia. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kian menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital masyarakat Indonesia. Riset terbaru Kantar mencatat, 59 persen masyarakat Indonesia sudah pernah mencoba teknologi AI, baik untuk bekerja, belajar, maupun berkarya.
Angka ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi konsep futuristik, melainkan sudah menjadi alat produktivitas lintas generasi. Namun, cara setiap generasi memanfaatkan AI ternyata berbeda.
Gen Z misalnya, menggunakan AI untuk ekspresi kreatif dan personal branding, sementara Millennial dan Gen X lebih fokus pada efisiensi kerja dan peningkatan produktivitas.
Pergeseran ini menggambarkan bagaimana teknologi AI telah bertransformasi menjadi asisten digital yang menyesuaikan diri dengan ritme hidup penggunanya.
“Setiap generasi punya kebutuhan berbeda terhadap AI, tetapi tujuannya sama: mencari efisiensi dan kemudahan,” ujar Ummu Hani, Director Kantar Indonesia ditemui JawaPos.com belum lama ini di Jakarta.
Dia melanjutkan, kini AI menjadi teknologi inklusif yang menghubungkan semua kelompok usia, dari Gen Z yang serba cepat, hingga Boomer, cenderung mengutamakan kepraktisan.
Kemudahan akses ke layanan seperti Google Gemini dan integrasi AI di berbagai perangkat pintar membuat teknologi ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pengguna kini bisa merangkum dokumen, menulis konten, atau melakukan riset hanya dengan perintah suara atau teks sederhana.
Data Kantar juga menunjukkan bahwa 67 persen pengguna memilih AI karena efisiensinya dalam menghemat waktu, dan 54 persen lainnya merasa AI membantu mereka belajar hal baru dan meningkatkan kompetensi digital.
Kecenderungan ini menandakan bahwa AI telah berevolusi dari sekadar fitur canggih menjadi alat pemberdayaan individu, yang memampukan masyarakat untuk bekerja lebih cepat, belajar lebih adaptif, dan berkarya lebih bebas.
Fenomena ini tak lepas dari dorongan produsen teknologi yang berupaya menghadirkan AI ke genggaman pengguna. Salah satunya adalah Samsung, yang melalui seri Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7, mengintegrasikan Galaxy AI dengan Google Gemini.
Tujuannya bukan sekadar memamerkan inovasi, tetapi menjawab kebutuhan generasi yang ingin produktif tanpa kehilangan fleksibilitas.
“Kami ingin menciptakan simbiosis antara kecerdasan AI dengan fleksibilitas perangkat lipat,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia dalam kesempatan yang sama.
Dengan layar lebar dan kemampuan multitasking, Galaxy Z Fold7 memungkinkan pengguna membuka beberapa aplikasi sekaligus sambil mengakses Gemini untuk merangkum laporan atau menjawab pertanyaan instan, sebuah gambaran konkret dari cara AI membantu manusia bekerja lebih efisien.
Namun demikian, di balik pesatnya adopsi AI, keamanan data tetap menjadi perhatian utama publik. Banyak pengguna khawatir data pribadi mereka digunakan untuk pelatihan algoritma tanpa izin.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
