
Penggunaan perkakas cordless (tanpa kabel) terus meningkat pesat di berbagai sektor industri dan bisnis di Indonesia.
JawaPos.com - Penggunaan perkakas cordless (tanpa kabel) terus meningkat pesat di berbagai sektor industri dan bisnis di Indonesia.
Tidak hanya di bidang konstruksi, tetapi juga di sektor perkebunan, tambang, hingga bengkel otomotif yang kini mulai beralih dari alat konvensional ke perangkat bertenaga baterai yang lebih efisien dan fleksibel.
Dengan teknologi baterai lithium-ion membuat perkakas cordless kini memiliki daya tahan dan tenaga yang sebanding bahkan melampaui perkakas berkabel. Fleksibilitas penggunaannya menjadi alasan utama banyak pelaku usaha beralih, karena tidak lagi tergantung pada sumber listrik langsung.
Berbagai merek ternama seperti Makita, Bosch, DeWalt, RYU dan Milwaukee mencatat peningkatan permintaan yang signifikan di Indonesia. Tren ini juga didorong oleh kebutuhan mobilitas tinggi, terutama di proyek lapangan seperti pembangunan infrastruktur hingga industri tambang.
Melihat potensi besar tersebut PT Milwaukee Tool Indonesia melakukan ekspansi di Kalimantan, yaitu di kota Balikpapan. Kehadiran Milwaukee di Balikpapan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat kehadiran jenama ini di Indonesia, khususnya di Kalimantan.
Sekaligus menjadi wadah bagi para profesional dan pelaku industri di sektor pertambangan, oil and gas, industri berat, dan konstruksi di Indonesia.
Keuntungan utama perkakas cordless:
Melihayt hal ini jenama Milwaukee adalah satu-satunya merek yang fokus kepada perkakas nirkabel (cordless) di Indonesia, yang memiliki lebih dari 400 varian produk, diklasifikasikan ke dalam M12 FUELTM (12V, terdiri lebih dari 150 produk), M18 FUELTM (18V, terdiri lebih dari 250 produk), dan MX FUELTM (72V, terdiri lebih dari 15 produk).
Seluruh perkakas cordless menggunakan baterai yang bisa diisi ulang sehingga produk ini menjadi solusi cerdas dan ramah lingkungan untuk berbagai fokus industri.
Menurut Husen Kasim, Commercial Director Milwaukee Tool Indonesia, prospek pasar cordless di Indonesia diperkirakan terus tumbuh, seiring meningkatnya kesadaran konsumen, distribusi yang lebih luas, dan dukungan teknologi yang makin canggih.
“Teknologi cordless Milwaukee bukan hanya sebatas alat kerja tanpa kabel saja, tapi juga berbicara tentang safety, speed, dan saving. Produk kami merupakan solusi bagi industri yang membutuhkan performa tinggi tanpa kompromi serta mendukung Sustainable Development Goals (SDG), yakni 0% emisi, go green, dan environment-friendly.” ujar Husen.
Sebagai wujud dukungan terhadap inisiatif di atas, Milwaukee selalu mendaur ulang baterai dan pengisi daya yang sudah terpakai, sehingga tidak mencemari lingkungan. Menurut Husen, tidak ada merek perkakas di Indonesia yang berkomitmen untuk mendaur ulang baterai dan charger.
Diharapkan, kehadiran Milwaukee di Indonesia, khususnya di Kalimantan, dapat menjadi awal dari kemajuan industri yang juga mendukung keselamatan pengguna dan kelestarian lingkungan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
