Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 November 2025, 03.55 WIB

Konten Kreator di Asia Tenggara Didorong Maksimalkan Siaran Langsung, Bisa Dipakai untuk Edukasi hingga Budaya

 

ASEAN Foundation dan TikTok LIVE berkolaborasi dalam Program ASEAN LIVE Creators for Change 2025. (istimewa)

JawaPos.com - Fasilitas siaran langsung di media sosial pada era sekarang memegang peranan penting terhadap berbagai sektor kehidupan. Mulai dari bisnis, edukasi hingga pelestarian budaya.
 
Fenomena ini yang mendorong ASEAN Foundation dan TikTok LIVE berkolaborasi dalam Program ASEAN LIVE Creators for Change 2025. Kegiatan ini mempertemukan para kreator muda dari berbagai negara di Asia Tenggara.
 
Director of Public Policy for Southeast Asia TikTok, Chanida Klyphun mengatakan, melalui program ini diharapkan bisa membangun ekosistem yang kreatif dan menggembirakan. Terutama dalam aspek melestarikan kebudayaan.
 
“Kami sangat tergerak melihat para kreator menggunakan TikTok LIVE untuk menyebarkan pengetahuan, melestarikan budaya, dan menjaga bahasa daerah tetap hidup. Storytelling digital membuka jendela ke dunia sekaligus menyoroti kekayaan keragaman Asia Tenggara,” ujar Chanida melalui keterangan tertulis, Jumat (21/11).
 
 
ASEAN Foundation dan TikTok membekali 20 kreator muda dari seluruh kawasan dengan mentorship, dukungan dana, dan alat-alat untuk mengadakan sesi TikTok LIVE. Selama siaran langsung mereka akan memberikan edukasi, kewirausahaan, hingga budaya. 
 
“Berlangsung dari 2024 hingga 2025, inisiatif ini tidak hanya mendorong pengaruh digital yang bertanggung jawab, tetapi juga memperkuat kemampuan generasi muda dalam menceritakan kisah mereka sendiri di ASEAN yang semakin terhubung,” imbuhnya.
 
Selain itu, melalui program tersebut, para peserta juga memperoleh keterampilan praktis mulai dari pengaturan teknis, perencanaan konten yang konsisten, hingga memahami penonto lebih mendalam. 
 
“Fondasi ini memungkinkan mereka untuk melanjutkan misi masing-masing dengan lebih percaya diri dan menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi komunitas mereka,” jelasnya. 
 
Melalui kolaborasi dengan TikTok LIVE, ASEAN Foundation berharap dapat mendukung kreator muda menggunakan platform digital untuk pembelajaran, inklusivitas, dan apresiasi budaya di seluruh kawasan.
 
Dalam acara ini, dipilih 3 kreator sebagai pemenang, yaitu Jhonatan (@jhonatanyuditya_pratama), Leni (@lenirezi), and Sir Pedot (@sirpedot). Mereka dinilai memiliki dampak yang kuat terhadap sosial melalui konten yang diproduksi, cara pandang dan cerita.
 
Pemenang pertama, Jhonatan merupakan konten kreator asal Borneo. Dia menyalurkan semangat budaya Dayak melalui karya-karya digitalnya. Baginya, identitas Dayak bukan sekadar simbol seremonial, tetapi nilai hidup sehari-hari seperti rasa syukur, keseimbangan, dan kedekatan dengan alam.
 
Pemenang kedua, Leni memulai perjalanannya dari keprihatinan terhadap masa depan bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Data dari lembaga bahasa dan UNESCO menunjukkan penggunaan yang terus menurun, bahkan beberapa bahasa menghilang dari percakapan sehari-hari. Kekhawatiran ini terasa personal baginya karena tumbuh di Belitung Timur, sementara ia sendiri tidak sepenuhnya fasih berbahasa Belitong.
 
Terakhir, Sir Pedot sebagai pemenang ketiga memulai perjalanan kontennya dari niat sederhana membuat pengetahuan lebih mudah diakses pelajar secara digital. Pemilik nama asli Firdaus ini merupakan dosen di Malaysia. ia melihat banyak anak muda membutuhkan panduan tentang topik-topik yang tidak diajarkan di kurikulum formal, mulai dari beasiswa, literasi digital, public speaking, hingga pemahaman budaya Asia Tenggara.
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore