
Sam Altman, CEO OpenAI, yang menggeser strategi perusahaan dalam memperkuat ChatGPT menghadapi persaingan global AI. (WSJ)
JawaPos.com — CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan kondisi “code red” bagi seluruh tim perusahaan, menandai perubahan strategi signifikan. Fokus utama kini adalah memperkuat ChatGPT, chatbot populer yang memicu ledakan adopsi AI global, ketimbang mengejar proyek ambisius kecerdasan umum buatan (Artificial General Intelligence/AGI).
Melansir The Wall Street Journal, Rabu (10/12/2025), Altman menegaskan bahwa OpenAI akan menunda sementara proyek sampingan seperti generator video Sora selama delapan minggu agar seluruh sumber daya difokuskan pada penyempurnaan ChatGPT. “Kami berada di waktu yang kritis bagi ChatGPT,” kata Altman dalam memo internalnya.
Keputusan ini mencerminkan ketegangan internal yang telah lama ada di OpenAI antara tim riset yang mengejar AGI dan tim produk yang fokus pada popularitas ChatGPT. Tim produk, dipimpin Fidji Simo, mendorong perbaikan performa, kecepatan, dan personalisasi chatbot agar lebih kompetitif di pasar konsumen. “Kami ingin memastikan pengguna menemukan nilai dari fitur ChatGPT yang ada sebelum menambahkan yang baru,” ujar Simo.
Tekanan eksternal menjadi pendorong utama. Google, melalui model Gemini 3, baru-baru ini melampaui OpenAI dalam beberapa tolok ukur benchmarking independen. Altman memperingatkan bahwa persaingan ini bisa menimbulkan “gangguan ekonomi sementara” bagi perusahaan jika tidak segera diatasi.
Selain itu, strategi Altman juga menyoroti penggunaan sinyal pengguna dalam pelatihan model ChatGPT 4o, yang meningkatkan engagement namun memunculkan risiko kesehatan mental bagi sebagian pengguna. OpenAI menyesuaikan pelatihan untuk menjaga keseimbangan antara respons yang disukai pengguna dan keamanan. “Fokus utama kami adalah memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna sekarang tanpa mengabaikan tujuan besar kami di masa depan,” jelas Altman.
Selanjutnya, OpenAI berencana meluncurkan model baru, 5.2, dengan perbaikan kecepatan, reliabilitas, pemrosesan gambar, dan peningkatan personalisasi. Perusahaan menegaskan pentingnya memberi pengalaman pengguna yang optimal sebelum menambah fitur baru. Langkah ini diambil untuk menghadapi persaingan dari Google dan rival lain di pasar AI global.
Dengan demikian, langkah “code red” menandai perubahan filosofi OpenAI: dari fokus murni pada AGI menjadi strategi adopsi massal dan kestabilan bisnis. Basis pengguna ChatGPT kini mencapai lebih dari 800 juta pengguna aktif mingguan, dengan valuasi perusahaan diperkirakan 500 miliar dolar AS (sekitar Rp 8.335 triliun, kurs Rp 16.670/USD).
Di sisi lain, Altman menekankan bahwa meskipun persaingan teknologi sangat ketat, OpenAI tetap menjaga ambisi riset jangka panjang. “Kami berusaha menyeimbangkan inovasi besar dengan kebutuhan pengguna sekarang,” katanya, menegaskan komitmen perusahaan pada pertumbuhan konsumen dan pengembangan teknologi canggih.
Dengan strategi baru ini, OpenAI berupaya mempertahankan dominasi ChatGPT dalam persaingan AI global, sambil tetap menavigasi dilema antara adopsi massal, keamanan, dan tujuan jangka panjang AGI, sebuah langkah krusial bagi perusahaan yang menjadi pusat perhatian industri teknologi dunia.
***
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
